Proyeksi Suram Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Versi Lembaga Dunia IMF, OECD Dan Bank Dunia

Pemerintah sendiri memprediksi kinerja perekonomian hingga akhir tahun diproyeksi akan tumbuh di kisaran minus 0,4 persen hingga 1 persen.

NET
Ilustrasi uang 

TRIBUN-BALI.COM - Bank lembaga di dunia memproyeksi, pertumbuhan ekonomi dunia tahun ini akan mengalami kontraksi atau tumbuh negatif karena pandemi virus corona (Covid-19).

Wabah ini juga diprediksi telah membawa perekonomian dunia ke jurang resesi.

Dana Moneter Internasional (IMF) pun sempat memberi pernyataan mengenai perekonomian dunia yang diprediksi akan mengalami krisis keuangan terburuk sejak Depresi Besar tahun 1930-an.

Tahun ini, perekonomian dunia diproyeksi bakal mengalami kontraksi hingga 3 persen pada 2020.

Indonesia pun tidak terlepas dari proyeksi suram tersebut.

Banyak lembaga di dunia telah merevisi prediksi pertumbuhan ekonomi yang pada awal tahun masih diwarnai sentimen positif, kini menjadi muram lantaran pandemi.

Pemerintah sendiri memprediksi kinerja perekonomian hingga akhir tahun diproyeksi akan tumbuh di kisaran minus 0,4 persen hingga 1 persen.

Angka tersebut jauh lebih rendah dari proyeksi perekonomian skenario berat yang sebelumnya sempat disebutkan, di mana perekonomian masih bisa tumbuh 2,3 persen hingga akhir tahun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, penurunan batas proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun menjadi 1 persen dilakukan dengan pertimbangan kontraksi akan terjadi cukup dalam pada kuartal II tahun ini.

"Outlook proyeksi -0,4 persen ke 1 persen. Untuk batas atas kami turunkan 2,3 persen ke 1 persen, revisi agak turun karena kami melihat kontraksi cukup dalam di kuartal kedua," jelas Sri Mulyani ketika melakukan rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Kamis (18/6/2020).

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved