Corona di Bali
Pelaku UMK Jembrana Pertanyakan Bantuan Stimulus Covid-19
Pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) Jembrana mempertanyakan kejelasan terkait bantuan stimulus usaha dampak covid-19
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) Jembrana mempertanyakan kejelasan terkait bantuan stimulus usaha dampak covid-19.
Para pelaku UMK hingga kini belum mendapat dan menerima bantuan dari pemerintah.
Meskipun, sudah terdata dalam penerima bantuan stimulus usaha dari Pemprov Bali tersebut.
Seorang pedagang kuliner di kota Negara, Made Bawa, mengatakan, bahwa para pelaku usaha mikro dan kecil seperti dirinya, dan juga yang lain banyak mengajukan permohonan bantuan stimulus usaha.
Segala syarat administrasi seperti keterangan dari desa Adat, keterangan usaha dari desa/kelurahan, persyaratan foto copy rekening bank sudah disertakan.
Namun, belum juga mendapat kejelasan hingga saat ini.
Padahal, harapannya ialah mampu bertahan di tengah lesunya perekonomian akibat dampak Covid-19.
Sebab, pendapatan para pengusaha mikro dan kecil jauh menurun.
"Setelah ada corona turun jauh pembelinya. Kadang sampai seharian buka hanya beberapa pembeli saja yang datang. Terpaksa mengurangi produksi, sudah sebulan lebih hanya buat saat ada yang pesan saja, dari pada merugi. Jadi sekarang sambilan kerja lainya sama tetangga. Ini tidak jelas dapat atau tidaknya, tidak ada informasi," ucapnya, Selasa (30/6).
Pedagang lain, yang tidak ingin disebut namanya, mengungkapkan hal senada. Dari akhir Maret, pedagang kaki lima ini menuturkan, bahwa sudah sepi sekali Pembeli nya.
Jangankan untuk mendapat keuntungan, untuk membeli beras saja harus ambil dari modal usaha yang pas-pasan.
Bahkan, dirinya, sudah tidak berani buka setiap hari. Dan melihat situasi apakah ramai atau sepi pembeli.
"Saya sudah mengajukan permohonan tapi tidak jelas dapat tidaknya. Tapi karena ada aturan tidak boleh dobel ya tidak mengajukan bantuan lain," ungkapnya.
Salah seorang penjahit di Kecamatan Jembrana, Kadek Suka menuturkan, bahwa saat ini pesanan menjahit sudah sangat jarang.
Paling hanya satu dua orang saja yang meminta jasanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-uang-bundel_20161020_143801.jpg)