Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Pria Berjin Biru Itu. . .

Hanya dua hari setelah Harian Kompas merayakan ulang tahun ke-55, tepatnya Selasa tanggal 30 Juni 2020, beliau pensiun dari Kompas Gramedia.

Tayang:
Penulis: DionDBPutra | Editor: Eviera Paramita Sandi
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Herman Darmo 

Saya pertama kali mengenal nama Om Herman Darmo ketika masih mahasiswa di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) penghujung 1980-an. Tepatnya sejak Harian Surya terbit di Kota Surabaya 10 November 1989.

Beliau merintis pendirian Surya bersama sahabatnya sesama Wartawan Kompas, Valens Goa Doy. Om HD memimpin koran yang kala itu mengusung tagline Suara Jawa Timur dan Indonesia Timur.

Koran di bawah payung Kompas Gramedia ini merupakan media favorit mahasiswa di Kota Kupang masa itu.

Selain kemasan isinya ringan dan perwajahannya atraktif, dari sisi harga Harian Surya relatif terjangkau kantong mahasiswa ketimbang Harian Kompas atau Majalah Tempo.

Saya dan beberapa teman urunan berlangganan Harian Surya.

Koran ini merupakan tempat saya belajar menulis selain media lokal NTT seperti Mingguan Dian.

Mula-mula saya menulis surat pembaca di Surya. Setelah itu naik level menulis di Kolom Komentar, rubrik khusus Surya bagi mahasiswa menuangkan gagasan dan pandangannya terhadap suatu masalah yang sedang aktual.

Menulis di Surya menjadi modal bagi saya tatkala bergabung dengan Harian Pos Kupang pada 1 Desember 1992.

Tiga sekawan yaitu Damyan Godho, Valens Goa Doy dan Rudolf Nggai adalah tokoh perintis dan pendiri koran perdana di NTT tersebut.

Tahun 1995 Pos Kupang masuk PT Indopersda Prima Media (Persda), unit usaha yang khusus mengelola koran-koran daerah Kompas Gramedia (KG). Dari Aceh hingga Papua, Manado di utara sampai Kupang di tenggara Indonesia.

Bergabungnya Pos Kupang sebagai unit usaha KG mempertemukan saya di kemudian hari dengan Om HD.

Relasi intens mulai terjalin sejak beliau menjabat Direktur Kelompok Persda menggantikan pendahulunya Pak Mamak Sutamat.

Singkat cerita, Persda dalam jamahan tangan Om Herman Darmo mencapai perkembangan luar biasa seperti saat ini melalui branding Tribun.

Si biru itu. Om HD sebagai pucuk pimpinan Persda menjadi kunci penentu keberhasilan Tribun dalam kerja bareng duetnya Pak Sentrijanto. Berawal dari proyek Metro Bandung yang kemudian berubah nama jadi Tribun Jabar bermarkas di Bandung.

Tribun Kaltim lahir 8 Mei 2003 di Balikpapan, Kalimantan Timur, sebagai pionir brand koran Tribun, lalu menyusul koran Tribun lainnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved