Corona di Indonesia
Cerita Ero Jadi Relawan Komunikasi di Gugus Tugas Covid-19
Salah satu relawan Komunikasi di Gugus Tugas Covid-19 yakni Savero Karamiveta Dwipayana
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Salah satu relawan Komunikasi di Gugus Tugas Covid-19 yakni Savero Karamiveta Dwipayana, merupakan mahasiswa sementer enam Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Universitas Padjadjaran (Unpad) Sumedang-Bandung, Jawa Barat.
Mahasiswa yang lebih akrab dipanggil Ero itu menuturkan kisahnya menjadi relawan komunikasi di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam seminar via jejaring internet (webinar) bertema "Harmoni Mewujudkan Adaptasi Kenormalan Baru dalam Perspektif Komunikasi" yang diadakan oleh kampusnya.
Ero menceritakan, saat dirinya bergabung menjadi relawan komunikasi di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, kasus yang muncul masih relatif sedikit, yakni di kisaran 300 kasus.
Waktu itu, penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia juga berada di bawah 100 per hari.
Awalnya, Ero melihat infografis dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 yang kurang efektif, penuh dengan kata-kata.
Menurutnya, infografis harusnya dibuat menarik, dengan kalimat sesingkat mungkin agar pesannya cepat sampai di masyarakat.
Ia berkeinginan agar infografis yang ditampilkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 tetap berisi, namun dengan penyampaian yang lebih singkat.
"Akhirnya saya coba menyarankan, waktu itu saya sampaikan juga ke Ketua Gugus, 'ini nih saya ada ide untuk pembuatan infografis'. Mungkin bisa seperti ini, jadi hanya judul, quotes, langsung seperti iklan rokok, to the point. Covid-19 itu menyerang pernapasan dan menyebabkan kematian. Jadi untuk masyarakat lebih waspada. Habis itu baru masuk pada pesan kuncinya, jaga jarak, jangan bersentuhan, cuci tangan pakai sabun," kata dia.
Dari saran infografis itu, Ero akhirnya ditelepon langsung oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Letjen TNI Doni Monardo untuk membantu pihaknya menjadi relawan komunikasi.
Namun, Ero mengaku sempat kebingungan ketika diminta untuk membantu.
Terlebih dirinya masih seorang mahasiswa yang baru semester enam.
Namun usai itu, Ero sempat ditelepon oleh salah satu orang di Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 karena Tiktok mau menyumbang dana penanggulangan Covid-19.
“Jadi di situlah awal mula saya bergabung secara fisik membantu Gugus Tugas, saat Tiktok menyumbang uang untuk Percepatan Penanggulangan Covid-19 yang jumlahnya cukup besar, yaitu Rp 100 miliar,” kata Ero.
Cerita berlanjut ketika Ero mengikuti salah satu rapat pembuatan campaign.
Di sana Ero bertemu dengan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia (SMKI) yang ternyata sebagai tim relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/salah-satu-relawan-komunikasi-di-gugus-tugas-covid-19-yakni-savero-karamiveta-dwipayana.jpg)