Corona di Bali

Dewa Rai Sebut Keberhasilan PKM di Denpasar Tergantung Kepatuhan dan Kedisiplinan Semua Pihak

Bahkan peningkatan ini lebih banyak dikarenakan oleh klaster pasar yakni Pasar Kumbasari yang kemudian menular ke anggota keluarga pedagang

Penulis: Putu Supartika | Editor: Wema Satya Dinata
Dok Denpasar
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kota Denpasar Dewa Gede Rai. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Beberapa minggu belakangan ini, kasus positif Covid-19 di Kota Denpasar cenderung mengalami peningkatan.

Bahkan peningkatan ini lebih banyak dikarenakan oleh klaster pasar yakni Pasar Kumbasari yang kemudian menular ke anggota keluarga pedagang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, I Dewa Gede Rai dalam bincang Tribun Bali dengan tema Kapan PKM Denpasar Berakhir? Kupas Penanganan Covid-19 di Kota Denpasar, Kamis (2/7/2020) mengatakan peningkatan kasus Covid-19 tak terlepas dari upaya Pemkot untuk melakukan tracking maupun testing baik dengan rapid test maupun swab test.

"Secara statistik meningkat memang dan banyak dari kluster pasar. Di Kota Denpasar berdasarkan data terakhir kasus positif Covid-19 berjumlah 555 kasus dengan total sembuh 219 orang, 10 orang meninggal dan sisnya masih menjalani perawatan," kata Dewa Rai.

Perawatan Wajah Ternyata Mudah, Makanan ini Ampuh Bikin Kulit Jadi Cerah

Ini Penyebab Munculnya Sakit Gigi dan Cara Meredakan Rasa Nyerinya dengan Obat Herbal

Wisata Gunung Bromo Dibuka Kembali Agustus 2020, Beberapa Hal Ini Perlu Jadi Perhatian Pengunjung

Dewa Rai menambahkan, lanjutan dari klaster pasar ini, dalam satu keluarga jumlah anggota keluarganya yang positif bisa mencapai 8 -10 orang.

Adapun langkah-langkah yang kemudian diambil untuk pemutusan penyebarannya yakni dengan melakukan isolasi wilayah maupun karantina.

Termasuk juga dengan merelokasi ratusan pedagang Pasar Kumbasari ke pelataran Pasar Badung.

Sementara itu, terkait dengan penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM) yang dilaksanakan mulai 15 Mei 2020 di Denpasar telah melalui beberapa kajian.

Salah satunya kajian dari Litbang Kota Denpasar yang menyatakan puncak kasus Covid-19 di Kota Denpasar akan mencapai puncaknya pada bulan Juni 2020.

Untuk antisipasi, sehingga diterapkanlah PKM ini dengan mengeluarkan Perwali nomor 32 tahun 2020 tentang Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM).

Dewa Rai juga menambahkan, bahwa PKM bukan hanya memberhentikan pengendara di jalan-jalan, melainkan pedoman dalam penerapan protokol kesehatan.

"Nyetop pengendara di jalan itu hanya salah satunya saja. Tapi oleh masyarakat hanya itu yang dilihat dan lebih populer. Padahal PKM sebenarnya adalah sosialisasi dan pengawasan untuk menekan kasus Covid-19," katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan dari pelaksanaan PKM ini tergantung kontribusi semua pihak bukan hanya pemerintah melainkan kepatuhan dan kedisiplinan masyarakat.

Dewa Rai juga sempat menyinggung terkait pemberhentian penjagaan di perbatasan masuk ke Kota Denpasar.

RDP Komisi VII DPR RI,Ada Insiden Gebrak Meja Lalu Berujung Minta Pelibatan Program CSR BUMN Tambang

Buat Cappuccino Ala Kafe di Rumah, Begini Cara Bikin Foam Susu Tanpa Mesin, Bisa Pakai Balloon Whisk

Gelombang Tinggi Melanda Perairan Sanur, Nelayan Tidak Berani Melaut

Dengan usainya penjagaan tersebut bukan berarti bebas, namun petugas kini ditarik melakukan penjagaan ke pasar tradisional dan membantu satgas di Desa maupun Kelurahan.

"PKM ini akan terus berlanjut sepanjang pandemi Covid-19. PKM tak hanya dilakukan di perbatasan, namun di semua wilayah," katanya. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved