11 Ruas Jalan Kabupaten di Nusa Penida Rusak Parah Dan Belum Tertangani

Ruas jalan yang belum mampu ditangani itu, beberapa diantaranya merupakan akes jalan menuju objek wisata misal ruas jalan Sekartaji -Sedihing

Tribun Bali / Eka Mita Suputra
Kondisi jalan yang masih mengalami kerusakan parah di Nusa Penida, belum lama ini. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Beberapa ruas jalan menuju objek wisata di Nusa Penida masih dalam kondisi rusak parah.

Upaya pembenahannya tahun ini pun, terkendala dengan pandemi Covid-19.

Sehingga hampir semua proyek pembangunan fisik terpaksa harus ditunda.

Kabid Bina Marga Dinas PU dan Perumahan Rakyat Kabupaten Klungkung, Ida Bagus Gede Eka Putra menjelaskan, dari total 50 ruas jalan Kabupaten di Nusa Penida, 11 diantaranya belum tertangani.

Ruas jalan yang belum mampu ditangani itu, beberapa diantaranya merupakan akes jalan menuju objek wisata misal ruas jalan Sekartaji -Sedihing sepanjang 4 Km, ruas jala ini merupakan akses jalan utama menuju Destinasi Pantai Suwehan.

Serta, ruas jalan Penangkitan - Pasih Uug yang merupakan ruas jalan menuju destinasi pantai Lumangan yang memiliki panjang sekitar 4,5 kilometer.

"Keseluruhan jalan Kabupaten yang belum tertangani itu memiliki panjang 27 kilometer. Membutuhkan anggaran sekitar Rp 53 miliar untuk menuntaskannya," jelas Ida Bagus Eka Putra, Rabu (8/7/2020).

Ia mengungkapkan, 11 ruas jalan yang belum tertangani itu kondisinya rusak parah.

Seperti berlubang, jalan berkerikil, dengan tekstur batu kapur dan berdebu.

"Pengusulan pengerjaan 11 ruas jalan itu kami usulkan ke DAK (Dana Alokasi Khusus) tahun 2021 mendatang. Mengingat DAK tahun ini sudah ditarik olen Kementerian Keuangan terkait pandemk Covid-19 ini," jelasnya.

Sementara beberapa proyek pengerjaan jalan di Nusa Penida juga menjadi temuan BPK di tahun 2019, yakni
adanya kelebihan pembayaran atas kurangnya volume pada pekerjaan peningkatan Jalan Pondokhe-Senangka Kecamatan Nusa Penida sebesar Rp. 51,70 juta.

Ada pula kelebihan pembayaran atas kurangnya volume pada pekerjaan peningkatan jalan Soyor-Sekartaji Kecamatan Nusa Penida sebesar Rp. 69,06 juta lebih.

"Itu karena teknis. Misal ada kekurangan ketebalan core atau aspal. Karena permukaan jalan kan tidak rata, jadi ada saja yang ketebalannya kurang pas. Itu pun kami tindaklanjuti dan sudah lakukan pengembalian," jelasnya.
(*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved