AirNav Indonesia Nyatakan Siap Kelola Pergerakan Pesawat yang Berangsur Meningkat
data traffic movement yang dihimpun oleh AirNav Indonesia menunjukkan tren peningkatan sejak awal Juni 2020 hingga awal Juli 2020
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN BALI.COM, JAKARTA – Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan (Perum LPPNPI) atau yang dikenal dengan AirNav Indonesia, menyatakan siap mengelola pergerakan pesawat udara (traffic movement) yang berangsur meningkat di seluruh ruang udara Indonesia.
Hal ini disampaikan Direktur Utama AirNav Indonesia, M. Pramintohadi Sukarno, Rabu (8/7/2020) di Jakarta melalui keterangan tertulisnya.
Ia menambahkan bahwa data traffic movement yang dihimpun oleh AirNav Indonesia menunjukkan tren peningkatan sejak awal Juni 2020 hingga awal Juli 2020 dibandingkan dengan bulan Mei 2020.
Total pergerakan pesawat udara yang kami kelola di 285 Cabang pada bulan Juni 2020 adalah 51.228 pergerakan, meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan dengan bulan Mei 2020 sebanyak 27.433 pergerakan.
• Virus Corona Bisa Menyebar Lewat Udara, WHO Didesak Ubah pedoman kesehatan
• Polri Bertukar Informasi dengan Kejaksaan Agung untuk Buru Djoko Tjandra
• Mulai Besok Pantai di Desa Intaran Dibuka dengan Pembatasan Jumlah Pengunjung, Dilarang Berkerumun
"Memang jika dibandingkan dengan kondisi normal, peningkatan ini masih belum signifikan. Kami contohkan, data traffic movement pada Mei 2019 adalah sebanyak 162.426 pergerakan dan untuk Juni 2019 sebanyak 169.248 pergerakan,” ungkap Pramintohadi.
Dijelaskannya lebih lanjut, AirNav Indonesia melayani total 657.554 pergerakan pesawat udara sampai dengan kuartal kedua 2020.
Sedangkan pada kuartal kedua 2019, AirNav Indonesia melayani 1.000.635 pergerakan pesawat udara.
“Pergerakan pesawat udara pada bulan Januari sampai dengan Maret 2020 masih dalam kondisi normal, penurunan signifikan memang terjadi pada April sampai dengan Juni 2020 akibat pandemi COVID-19,” ujar Pramintohadi.
AirNav Indonesia memanfaatkan periode low traffic ini untuk melakukan uji coba prosedur user preferred route (UPR) yang dapat meningkatkan efisiensi penerbangan lintas udara (overfly) mulai 8 Juni 2020 lalu sampai dengan 30 Agustus 2020 mendatang.
UPR merupakan salah satu metode manajemen ruang udara dengan konsep free-route airspace yang menghasilkan rute alternatif.
Rute ini memberikan keleluasaan bagi maskapai untuk menentukan rutenya sendiri yang paling efisien dengan mempertimbangkan arah dan kecepatan angin, potensi turbulensi, suhu udara, serta jenis dan kinerja pesawat udara.
UPR memangkas jarak tempuh penerbangan lintas internasional yang melewati ruang udara Indonesia.
Pemangkasan jarak tempuh ini diikuti dengan optimalisasi performa pesawat udara menjadi seefisien mungkin sehingga menurunkan konsumsi dan emisi bahan bakar pesawat udara.
"Hal ini tentunya merupakan salah satu upaya yang dilakukan AirNav Indonesia agar industri penerbangan Indonesia menjadi lebih ramah lingkungan. UPR dapat digunakan oleh penerbangan lintas udara yang terbang pada ketinggian 35.000 – 60.000 kaki di atas permukaan air laut,” ucapnya.
• Ini Tarif Maksimal Rapid Test yang Ditetapkan Kemenkes, Berlaku Mulai 6 Juli 2020
• 8 Keunikan Orang-orang yang Lahir di Bulan Juli, Protektif hingga Pintar, Apa Anda Sudah Tahu ?
• Ramalan Zodiak Cinta 9 Juli 2020: Leo Jangan Terobsesi Masa Lalu, Pisces Bertemu Orang Spesial
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-pergerakan-pesawat-yang-dipantau-oleh-petugas-airnav-indonesia-cabang-denpasar.jpg)