Corona di Bali

Warung Babi Guling Pande Egi Terapkan Protokol Kesehatan

Warung Babi Guling Pande Egi yang berlokasi di Desa Beng, Gianyar, Bali, ini ramai dikunjungi pencinta makanan khas bali

Penulis: I Nyoman Mahayasa | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa
Warung Babi Guling Pande Egi. 

Laporan wartawan Tribun Bali, I Nyoman Mahayasa.

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Warung Babi Guling Pande Egi yang berlokasi di Desa Beng, Gianyar, Bali, ini ramai dikunjungi pencinta makanan khas bali setiap harinya.

Pemilik Warung Babi Guling Pande Egi mengatakan tempat usaha ini sudah dimulai sejak 4 tahun lalu.

Warung Babi Guling Pande Egi.
Warung Babi Guling Pande Egi. (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

"Di sini selalu ramai pengunjung, terutama Sabtu dan Minggu, jumlahnya bisa mencapai 1.200 orang per hari saat sebelum pandemi Covid-19,"ucap Pande Putu Anggia yang akrab dipanggil Dodo Pande (30), Rabu (8/7/2020).

Warung Babi Guling Pande Egi yang mempunyai luas 1,9 are ini sempat mengalami penurunan pengunjung hingga 60 persen saat pertengahan April 2020 karena pandemi Covid-19.

Warung Babi Guling Pande Egi.
Warung Babi Guling Pande Egi. (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Namun kini menyambut new normal di Bali, Warung Babi Guling Pande Egi mulai mengalami peningkatan pengunjung, dimana bisa mencapai 500-600 pelanggan per hari.

Untuk mengantisipasi kunjungan tersebut di tengah pandemi Covid-19, owner menyiapkan beberapa protokol kesehatan.

Warung Babi Guling Pande Egi.
Warung Babi Guling Pande Egi. (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Seperti menyediakan thermo gun, tempat cuci tangan, juga face shield dan hand sanitizer untuk karyawan.

Made Adistya Agustina (29), adik Dodo Pande mengaku meski sudah mulai normal, tapi kunjungan tidak seperti dulu.

Warung Babi Guling Pande Egi.
Warung Babi Guling Pande Egi. (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

"Sudah mulai normal tapi tak senormal biasanya. Dulu selain pengunjung lokal Gianyar, Bangli, Denpasar, tempat kami biasanya didatangi pelanggan dari luar Bali seperti Jakarta dan Surabaya," tambahnya.

Dodo Pande awalnya bekerja di sebuah hotel di Ubud menjadi waiter dan bartender.

10 tahun menjadi karayawan hotel, muncul ide untuk mengembangkan usaha warung makan babi guling milik ayahnya.

Warung Babi Guling Pande Edi.
Warung Babi Guling Pande Edi. (Tribun Bali/I Nyoman Mahayasa)

Sebelumnya usaha warung makan babi guling ini lebih fokus untuk pesanan upacara.

Dari pengalamannya tersebut, Warung Babi Guling Pande Egi kini sudah memiliki 23 karyawan untuk produksi dan 25 karyawan untuk melayani orderan.

Ia mengaku sangat beruntung tidak sampai memberhentikan karyawan di tengah pandemi Covid-19.

Tujuannya membuka usaha makanan tradisional tersebut ingin mengangkat citra makanan lokal, tidak di emperan namun tetap dengan harga terjangkau.

(*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved