Breaking News:

dr Ni Luh Gede Sukardiasih Resmi Jadi Kadis PPKB Tabanan

Proses lelang jabatan untuk kursi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) berlangsung cukup lama

Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana pelantikan jabatan di lingkungan Pemkab Tabanan, Kamis (9/7). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN- Proses lelang jabatan untuk kursi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) berlangsung cukup lama.

Setelah melalui proses yang cukup panjanh, kursi Kadis PPKB akhirnya dimenangkan oleh Wakil Direktur BRSU Tabanan, dr Ni Luh Gede Sukardiasih.

Ia kemudian dilantik oleh Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti secara teleconference pada Kamis (9/7).

dr Sukardiasih berhasil menduduki kursi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) setelah menyikirkan dua rivalnya yakni Ni Wayan Mariati (Sekban Badan Keuangan Daerah) dan I Gusti Ayu Nyoman Supartiwi (Camat Penebel).

Kepala Badan Kepegawaian Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Tabanan, Wayan Sugatra menegaskan, pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sudah dilakukan melalui teleconference.

Total yang dilantik ada 39 orang, rinciannya, 38 kepala sekolah TK, SD dan SMP serta satu orang Kepala Dinas PPKB.

“Pelantikan kali ini sudah mendapatkan ijin dan rekomendasi dari Mendagri mengingat pelantikan digelar pada tahun Pilkada,” katanya.

Kemudian mengenai dengan jabatan kosong Wakil Direktur BRSU Tabanan, Sugatra menyatakan akan disisi di pelantikan selanjutnya. Sebab saat ini karena tahun Pilkada tidak boleh melakukan rotasi.

"Jadi jabatan yang kosong itu (Wakil Direktur) akan disisi dipelantikan lainya dengan cara promosi jabatan bukan rotasi,” tandasnya.

Sementara itu, Kadis PPKB yang baru dilantik, dr Sukardiasih menyatakan program pertama yang akan disukseskan adalah optimalisasi kampung KB yang ada di masing-masing kecamatan. Menurutnya, Kampung KB ini merupakan miniaturnya pembangunan nasional di desa.

"Jadi semua lintas sektor itu ada di kampung KB, itu harus kita bangkitkan,” ujarnya usai dilantik.

Dia melanjutkan, perlunya optimalisasi kampung KB tersebut bertujuan untuk pengendalian penduduk, merencanakan keluarga yang berkualitas salah satunya cara adalah menunda kehamilan dan kelahiran. Sehingga program KB itu harus tetap berjalan disertai dengan kinerja dari petugas untuk melakukan tugasnya serta edukasi.

"Selain itu, kami juga mempunyai rencana untuk gencar melakukan pembinaan terhadap kelompok pemuda dan lansia," harapnya.(mpa)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved