Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Meski Belum Bisa Belajar Tatap Muka, Proses Pendidikan di Bali Diharapkan Berjalan Produktif

Meski Belum Bisa Belajar Tatap Muka, Proses Pendidikan di Bali Diharapkan Berjalan Produktif

Tayang:
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Aloisius H Manggol
Dok Bali
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali, Dewa Made Indra saat menyampaikan perkembangan kasus Corona di Bali, Minggu (3/5/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Bali, Dewa Made Indra meminta agar pendidikan harus tetap produktif, meskipun proses hingga saat ini belum bisa berlangsung secara normal melalui tatap muka. Meskipin masih harus menggunakan metode daring (online), pendidikan harus tetap berjalan sesuai tahapan dan proses belajar mengajar tetap berlangsung meskipun dalam format ataupun metode yang berbeda.

“Sektor pendidikan harus bisa beradaptasi dan tetap produktif. Dunia pendidikan harus bisa merespon dengan cepat dan tidak boleh lemah. Pendidikan harus tetap bergerak tetapi dengan cara baru, metode, sarana, pendekatan dan kecakapan yang baru yang mungkin sebelumnya tidak digunakan," kata Sekda Dewa Indra. Hal itu ia sampaikan saat melakukan tatap muka secara virtual dengan para kepala sekolah serta para guru di SMA negeri/swasta, SMK serta SLB di sembilan kabupaten/kota se- Bali dari ruang kerjanya, Jumat (10/7/2020).

Di hadapan sekitar 300 peserta virtual tersebut ,Sekda Dewa Indra meminta agar para kepala sekolah maupun guru untuk terus melakukan adaptasi serta inovasi dalam metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kondisi saat ini. Baginya, tidak hanya sarana prasarana penunjang seperti sarana wifi, laptop, smartphone yang harus dipersiapkan, tetapi para guru juga harus mampu menyajikan pembelajaran dengan cara yang menarik dan efiisen sehingga mudah dipahami dan tidak membuat siswa bosan. Guru harus bisa menyajikan materi pembelajaran dalam konteks online dengan sangat baik.

Disamping dari sisi guru dan sarana prasarana, pihak sekolah juga diminta untuk memastikan kemampuan akses siswa untuk melakukan pembelajaran secara daring. “Dalam pembelajaran daring permasalahannya adalah akses. Kita harus perhatikan juga kemampuan finansial siswa dalam mengakses daring tersebut. Jangan sampai siswa tidak memilki kemampuan mengakses internet karena ekonomi yang kurang mendukung. Ini harus dipikirkan dan dipetakan terkait kondisi siswa di masing-masing sekolah sehingga proses pembelajaran daring berjalan lancar," pintanya.

Amankan Sekolah
Sekda Dewa Indra juga meminta agar pihak sekolah dapat mengamankan lingkungan sekolahnya dari penyebaran Covid-19, sehingga menjadi tempat yang aman bagi para tenaga pengajar dan juga para siswa. Meskipun saat ini proses belajar mengajar belum dilaksanakan secara langsung di sekolah, pihak sekolah diminta sudah mempersiapkan pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungan sekolah.

Sekolah, kata Dewa Indra, harus memastikan penggunaan masker bagi semua warga sekolah, menyiapkan tempat mencuci tangan yang memadai sesuai jumlah siswa, memastikan ketersediaan sabun, mengatur jarak bangku di dalam kelas, pengaturan aktivitas siswa, melakukan penyemprotan rutin di kelas maupun sarana sekolah lainnya. Jika diperlukan, pihak sekolah diminta menuangkan protokol kesehatan dalam peraturan tata tertib sekolah dan membentuk petugas yang khusus memantau semua warga sekolah menerapakan protokol kesehatan dengan tertib dan disiplin.

“Senin ini (13 Juli) kegiatan pengenalan sekolah akan dilakukan secara daring. Siapkan secara matang dan seefektif mungkin. Di tahap ini kita bisa perkenalkan juga tata tertib sekolah termasuk pelaksanaan protokol kesehatan disamping tentunya perkenalan guru serta sarana prasarana sekolah," jelas Dewa Indra

"Memang situasi saat ini berat, namun kita jangan menyerah, kita harus bisa mengatasi situasi ini. Covid-19 jangan sampai mematahkan semangat kita, Covid-19 bukan halangan kita untuk produktif. Kita hanya perlu beraptasi dan melakukan inovasi," imbuhnya.

Bagi Sekda Dewa Indra, pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini telah memberikan tantangan untuk bisa melakukan adaptasi serta berinovasi di berbagai lini kehidupan, termasuk di dalamnya sektor pendidikan. Hal itu dikaranakan tidak diketahui kapan pandemi Covid-19 akan berakhir. Oleh karena itu, menghadapi pandemi Covid-19 tidak bisa hanya denhan berdiam diri atau menunggu sampai pandemi berakhir. Maka dari itu semua harus bergerak, tetap berjalan, tetap produktif dan di sisi lain harus bisa aman tidak terpapar Covid-19.

Dewa Indra yang juga sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Bali menyampaikan, bahwasannya Covid-19 bukanlah hal yang harus ditakuti ataupun sesuatu yang membuat parno lalu berdiam diri dan tidak berani melakukan aktivitas apapun. Covid-19, menurutnya, harus dihadapi dengan melakukan aktivitas dan penerapan protokol kesehatan dengan baik serta disiplin.

"Agar aman dari penyebaran Covid-19, kita harus perkuat dan bentengi diri kita baik dari luar maupun dari dalam. Perisai dari luar diri berupa penggunaan masker yang benar, rajin cuci tangan, menjaga jarak,penggunakan hand sanitizer dan jauhi kerumunan. Sedangkan dalam diri kita, kita bentengi diri dengan menjaga imun tubuh dengan terus bergerak, tidak stress, minum vitamin serta beristirahat yang cukup," pintanya.

"Kita harus tetap produktif dan perkuat kedua perisai diri kita baik dari dalam diri maupun luar diri. Covid 19 harus dihadapi dan kita harus bisa beradaptasi. Kita Produktif dengan tetap lindungi diri," tutur mantan Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali itu. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved