Breaking News:

Corona di Bali

Satpol PP Amankan Pengasong Anak-anak di Kota Denpasar

Satpol PP Kota Denpasar mengamankan sejumlah pengamen dan pedagang asongan ibu dan anak-anak

Dok. Satpol PP Kota Denpasar
Anak-anak terlantar saat ditampung dan melaksanakan rapid test di Kantor Satpol PP Kota Denpasar, pada Kamis (9/7/2020) kemarin. 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Denpasar mengamankan sejumlah pengamen dan pedagang asongan ibu dan anak-anak yang berada di jalanan sekitaran Kota Denpasar, Bali.

Kepala Satpol PP, Dewa Gede Anom Sayoga menjelaskan, para pengamen dan pengasong baik yang dewasa maupun berusia di bawah 17 tahun dikategorikan sebagai orang terlantar.

Terlebih lagi ditemukan anak-anak di bawah umur berjualan asongan berkeliling, padahal masa pandemi ini rentan akan penyebaran Covid-19.

"Pengasong dan pengamen kita tampung, mereka didapati jualan asongan di tepi-tepi jalan, beberapa diantaranya masih anak-anak, disuruh ibunya berjualan," kata Dewa kepada Tribun Bali, Jumat (10/7/2020).

Failing in Love hingga Chocolate, Ini Drakor Terbaik di Tahun 2019, Rating Tinggi & Jadi Favorit

Tanpa Disadari, Inilah 4 Manfaat Memasak untuk Kesehatan Mental

Sinopsis Drakor Was It Love? Episode 1 dan 2, Menyelami Kisah Noh Ae Jung, Seorang Ibu Tunggal

Dikarenakan di bawah umur, maka Satpol PP Kota Denpasar berkoordinasi dengan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan Pdan Anak Kota Denpasar (P2TP2A) untuk penanganan selanjutnya, pada Kamis (9/7/2020) kemarin.

"Kami berkoordinasi P2TP2A Kota Denpasar, biar ditindaklanjuti, ini kan anak usia sekolah dipaksa orangtua untuk mengasong," kata dia.

Total ada tujuh orang diantaranya pengamen dan pengasong yang ditampung Satpol PP dan diserahkan kepada instansi yang berwenang.

Selain itu, dilakukan rapid test pada para pengasong dan pengamen itu.

Adapun ketujuh orang itu diantaranya DAS (24) laki-laki asal Kupang, RH (18) laki-laki asal Medan, serta KAP (14) laki-laki asal Desa Ulian Kawan.

Kemudian satu keluarga IKA (7) laki-laki, IKR (14) laki-laki dan NKY (42) perempuan berasal dari Karangasem.

"Kami khawatir untuk mencegah penularan lokal maka kita rapid, mereka kan keliling, di kawasan Buluh Indah, Teuku Umar Barat, Diponegoro, Gunung Agung. Siapa tahu mereka memasuki zona merah atau komunikasi dengan orang terpapar, kita kan harus antisipasi," tuturnya. (*).

Penulis: Adrian Amurwonegoro
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved