Breaking News:

Corona di Bali

35 Pedagang Pasar Kidul Bangli Positif Covid-19, Pasat Kidul Bangli Ditutup Mulai Hari Ini

35 Pedagang Pasar Kidul Bangli Positif Covid-19, Pasat Kidul Bangli Ditutup Mulai Hari Ini

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Suasana di Pasar Kidul Bangli, Senin (13/7/2020). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Puluhan pedagang Pasar Kidul Bangli positif terpapar Covid-19. Temuan ini merupakan tindak lanjut atas hasil swab dari 84 pedagang yang reaktif, berdasarkan hasil rapid test pada Kamis (9/7).

Berdasarkan data, jumlah pedagang yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Bangli mencapai 35 orang. 32 orang diantaranya merupakan warga Bangli, dan tiga orang lainnya merupakan warga asal Banjarangkan, Klungkung.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangli, I Made Gianyar membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, sesuai dengan aturan penanggulangan Covid-19 Pasar Kidul Bangli akan ditutup selama tiga hari, terhitung mulai Selasa (14/7). "Pada saat ditutup akan dilakukan penyemprotan desinfektan. Disamping itu juga dilakukan penataan pengelolaan pasar," ujarnya, Senin (13/7).

Maksud penataan pengelolaan pasar, jelas Gianyar, adalah sama layaknya restoran. Dimana kapasitas daya dukung pasar akan dikurangi 50 persen. Dengan demikian, lanjut dia, pedagang berjualan secara bergantian.

"Misalnya dagang buah ada 10 orang, maka yang berjualan hari itu hanya 5 orang. Barang dagangan 5 orang lainnya bisa dititipkan oleh temannya yang saat itu berjualan. Begitupun sebaliknya. Dengan demikian covid ini mendidik kebersamaan. Sehingga kita tidak manajemen kompetisi, melainkan manajemen kolaborasi," jelasnya.

Hal ini merupakan sebuah solusi, sebab menurut Gianyar tidak mungkin membawa pulang barang dagangan yang berada di masing-masing kios pedagang. Namun pihaknya juga tidak melarang bilamana pedagang lebih memilih membawa dagangannya pulang.

"Intinya kapasitas pasar itu kita kurangi 50 persen pedagangnya. Sehingga dari segi jarak sudah bisa diatur. Kalau sekarang dengan kondisi pasar normal, tentunya berhimpit-himpitan dan peluang penularannya lebih tinggi. Sedangkan dengan 50 persen jarak sudah bisa diatur, dan pengelola pasar juga bisa mengatur akses keluar masuk pengunjung pasar," ucapnya. (mer)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved