Breaking News:

Berita Banyuwangi

Gugus Tugas Banyuwangi Tutup Tempat Usaha yang Langgar Protokol Kesehatan

Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi terus berkeliling mengevaluasi dan memantau pelaksanaan protokol kesehatan

Surya/Haorrahman
Gugus Tugas Banyuwangi Tutup Tempat Usaha yang Langgar Protokol Kesehatan 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Banyuwangi terus berkeliling mengevaluasi dan memantau pelaksanaan protokol kesehatan yang dijalankan para pelaku usaha.

Setiap hari, secara bergiliran siang dan malam, tim berkeliling, mulai dari toko, kafe, restoran, hingga warung rakyat.

”Kami keluar-masuk tempat usaha untuk memastikan semua berjalan dengan baik. Intinya, ekonomi harus berjalan, kita semua harus kembali produktif, tapi juga harus optimal dalam penerapan protokol kesehatan agar terhindar dari segala macam jenis penyakit, termasuk Covid-19,” ujar Muhammad Yanuarto Bramuda, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi, Senin (13/7/2020).

Bramuda mengatakan, pada Minggu (12/7/2020) malam, ada 9 pelaku usaha yang dievaluasi berdasarkan hasil pemantauan, terdiri atas 3 toko dan 6 pelaku usaha kuliner.  

Ini Daftar Promo Hp Flagship Samsung di Bulan Juli 2020, Galaxy Note 9 hingga Galaxy Note10+

Cara Mengukur Kadar Gula Darah Normal atau Abnormal, Bisa Dilakukan Sendiri di Rumah

Cegah Penyakit Diabetes, Begini Tips Kurangi Kebiasaan Konsumsi Makanan Manis

"Sosialisasi sudah kami geber sejak awal Juni, simulasi sudah dijalankan. Penindakan tadi malam ini adalah bagian dari evaluasi kami terhadap apa yang telah kami sosialisasikan. Kami menemukan ternyata ada pelaku usaha yang tidak menaati protokol kesehatan. Sebagai sanksinya, tempat usaha tersebut ditutup sementara," kata Bramuda.

”Mohon maaf, kami perlu tegas, semua demi kesehatan dan keselamatan bersama, mengingat pandemi Covid-19 ini masih terjadi,” imbuhnya.

Dalam pelaksanaan evaluasi tersebut, Gugus Tugas memeriksa fasilitas dan standard pelayanan.

Seperti penataan meja dan kursi yang harus berjarak, fasilitas cuci tangan, pelayan yang wajib mengenakan masker dan sarung tangan, dan sebagainya.

”Kami menemukan ada pelayan yang mencopot maskernya. Ada pula pengunjung yang tidak memakai masker, langsung kami beri masker dan wajibkan dipakai saat itu juga. Kami mohon kerja sama semuanya. Kami ingin, pembeli maupun penjual sama-sama terjamin kesehatannya,” tambah Bramuda.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi, Anacleto Da Silva mengatakan, Gugus Tugas berulang kali melakukan sosialisasi protokol kesehatan ke para pelaku usaha. 

Halaman
12
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved