Ikut Terimbas Covid-19, LinkedIn PHK 960 Karyawan, Divisi Ini yang Paling Terdampak
Sebagaimana diketahui, pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai membuat banyak perusahaan dunia terpukul.
Beberapa waktu lalu, sebanyak 450 pekerja KFC di Jawa dikabarkan dirumahkan.
Mengutip Kontan, 19 April 2020, Direktur Fast Food Indonesia Justinus Dalimin Juwono mengatakan bahwa karyawan yang dirumahkan karena memang gerai-gerainya sedang ditutup dan tidak boleh beroperasi.
Pihaknya juga memastikan bahwa karyawan yang dirumahkan hanya bersifat temporer.
Ia menjelaskan saat ini total terdapat 100 gerai tidak beroperasi.
Sementara, sisanya tutup sebagian untuk layanan dine-in.
STOQO
STOQO Teknologi Indonesia, sebuah platform online yang memasok bahan-bahan segar ke outlet makanan, dikabarkan tutup.
Penutupan STOQO menambah daftar panjang perusahaan yang terdampak negatif akibat pandemi virus corona. Keterangan penutupan ini juga disampaikan dalam situs resminya.
"Dengan berat hati, kami mengumumkan bahwa STOQO telah berhenti beroperasi," tulisnya.
Bisnis ini telah dibangun sejak 2017 dan menjual berbagai kebutuhan, mulai dari telur, cabai, hingga bubuk kopi.
"Namun, situasi yang dipicu oleh pandemi Covid-19 telah menyebabkan penurunan pendapatan secara drastis bagi kami" tulis STOQO dalam laman resminya.
Airy
Airy merupakan salah satu perusahaan yang menghentikan operasionalnya secara permanen di tengah pandemi virus corona ini.
Pihak Airy mengatakan bahwa pandemi Covid-19 telah mengancam keberlangsungan hampir seluruh sektor bisnis, terutama pariwisata.
"Kami telah melakukan upaya terbaik untuk mengatasi dampak bencana ini. Namun, mengingat penurunan yang signifikan dan pengurangan sumber daya manusia yang kami miliki saat ini, kami telah memutuskan untuk menghentikan bisnis secara permanen" kata perusahaan dalam emailnya sebagaimana dikutip Tech In Asia, Kamis (7/5/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/linkedin-ilustrasi.jpg)