Sutiyoso Buka-bukaan Pernah Komunikasi dengan Djoko Tjandra: Kita kan Caranya Macam-macam

Sutiyoso Buka-bukaan Pernah Komunikasi dengan Djoko Tjandra: Kita kan Caranya Macam-macam

KOMPAS.com/ BONFILIO MAHENDRA WAHANAPUTRA LADJAR
Gubernur DKI Jakarta periode 1997-2007 Letnan Jenderal TNI (Purn) Sutiyoso. 

"Kenapa? karena di sana aman dan tidak ada perjanjian ekstradisi antara Singapura dan Indonesia," kata Sutiyoso.

Dan yang kedua adalah dekat, lanjutnya, jadi monitor keluarga monitor bisnis bisa lancar.

Setelah beberapa bulan dia yakini aman, mulai dikeluarkan uang yang ia bawa, apakah di bank Hongkong, Singapura, atau Swiss, atau manapun.

"Lalu investasilah dia di negara-negara seperti Vietnam, Laos, Malaysia, juga ke China, bisa bayangin investasi besar di sana," terangnya lagi.

Lantaran hal tersebutlah menurut Sutiyoso, kebanyakan narapidana korupsi yang kabur ke luar negeri dan berinvestasi di luar negeri mendapat perlakukan istimewa.

Jadi perlakuan istimewa itu tidak hanya di dalam negeri tapi di luar negeri pun, kata Sutiyoso.

Pengacara  Djoko Tjandra Klaim Sudah Tangani Kasus Sesuai Hukum

Di kesempatan yang sama, Anita Kolopaking, pengacara buron kasus pengalihan hak tagih Bank Bali Djoko Sugiarto Tjandra, menegaskan telah bertindak menangani kasus tersebut sesuai koridor hukum di Indonesia.

Sebelumnya, pembawa acara Najwa Shihab memberikan pertanyaan, "Apakah Bu Anita membayar sehingga membantu pengurusan kliennya ( Djoko Tjandra) dan sebagainya?," tanyanya.

Pertanyaan tersebut pun dilontarkan kepada Otto Hasibuan Ketua Dewan Pembina Peradi Jakarta Timur.

"Saya ingin tahu sebagai advokat apakah praktek seperti itu adalah hal yang biasa? diminta membantu klien untuk mengurus hal-hal yang mungkin saja berpotensi melanggar hukum," tanya Najwa Shihab.

Otto Hasibuan pun memberikan tanggapannya.

Dirinya mengatakan tidak bisa memposisikan dirinya untuk mempersoalkan apa yang dilakukan oleh Anita Kolopaking.

Tapi Otto secara umum memberikan penjelasannya.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved