Minum Kopi Tanpa Gula Plus Sesendok Arak Bali, Ini Manfaat Yang Dirasakan Gubernur Koster
Minum Kopi Tanpa Gula Plus Sesendok Arak Bali, Ini Manfaat Yang Dirasakan Gubernur Koster
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Menjalani tugas sebagai Gubernur Bali, Wayan Koster ternyata mempunyai resep tersendiri dalam menjaga kebugaran tubuhnya.
Padahal dalam kesehariannya, Gubernur Koster mengaku hampir setiap harinya tidur larut malam.
Meskipun kebiasaan tidurnya sampai larut malam, ia tetap terbiasa bangun pagi untuk menjalankan aktivitas.
"Jam 06.00 sudah bangun, jadi tidurnya empat jam, lima jam paling banyak. Enam jam lah, paling banyak dah itu," kata Gubernur Koster saat berkesempatan wawancara eksklusif dengan Tribun Bali di rumah jabatannya, Jaya Sabha, Denpasar, Sabtu (13/6/2020) lalu.
• Pelajar SMA Meninggal Dilindas Mobil Pemadam Kebakaran, Luka Parah di Bagian Dada
• Fakta Terbaru Kematian Editor Metro TV Yodi Prabowo, Rekan Kerja Buka-bukaan Wanita Berinisial L
• Satu Pemain Timnas Indonesia Tunjukkan Keluhan Covid-19, Ini Penjelasan Lengkapnya
"Asal tidurnya nyenyak, jadi dia efektif, jadi saya bangunnya itu fresh, walaupun tidurnya cuma empat jam, lima jam, tapi kalau dia bagus kualitas tidurnya , itu sehat. Dan tertib setiap bangun saya pasti rapi-rapi dulu, setelah itu ganti kostum, ke kantor, kemudian sarapan," imbuh Gubernur Bali asal Desa Sembiran Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng itu.
Gubernur Koster mengatakan, makanan kesukaannya untuk sarapan adalah telur dadar dengan ditemani kecap asin.
Selain itu ia juga menyukai sayur daun kelor dan sayur undis.
"Paling suka dah itu," kata pria yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (DPD PDIP) Provinsi Bali itu.
Setelah sarapan, pria yang sempat duduk di DPR RI ini mengaku melanjutkan kegiatan biasanya dengan membaca koran.
Menariknya, Gubernur Koster kini mempunyai kebiasaan baru, yakni membaca koran yang ditemani kopi tanpa gula berisi arak.
Ia mengaku menerapkan hal tersebut karena dapat resep dari seorang kepala desa yang juga penghasil arak di Bali.
Resep itu diberikan lantaran Gubernur Koster telah mengeluarkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 1 tahun 2020 tentang Tata Kelola Minuman Fermentasi dan/atau Destilasi Khas Bali yang salah satunya mengatur tentang arak.
"Dia senang sekali, makin produktif dia itu usahanya jalan. Jadi sebagai apresiasinya dia itu, saya dibawain arak produksinya sendiri. Ternyata enak sekali. Jadi saya dikasih tahu resepnya itu kopi tanpa gula dikasih arak satu sendok. Itu ternyata memang betul-betul terbukti" tuturnya.
"Karena dia bilang, 'Pak Gub ini para pangelingsir kita, para tetua kita zaman dahulu, itu sebelum kerja sebelum tidur, satu sendok minum arak itu katanya jadi metabolismenya bagus, jantungnya jadi bagus, peredaran darahnya bagus sehingga sehat. Panjang umur katanya, gitu," imbuhnya.
Semenjak mencoba resep tersebut, Gubernur Koster mengaku merasakan badan lebih fit dan menyebabkan tidurnya lebih berkualitas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/gubernur-bali-wayan-koster-menjadi-narasumber-dalam-webinar.jpg)