Kebakaran di Jembrana
Swalayan Rahayu di Jembrana Kebakaran, Hermawan Belum Bisa Menaksir Kerugian Materiil
Hingga kejadian kebakaran berhasil dipadamkan, pemilik Swalayan Rahayu mengaku belum bisa menaksir kerugian materiil
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Kebakaran yang melanda Swalayan Rahayu di Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Bali, terjadi sekitar pukul 00.45 Wita.
Akibat kejadian kebakaran tersebut, beberapa ruangan swalayan hangus terbakar.
Pemilik toko pun gopah-gopoh dibantu oleh karyawannya mengangkut barang dagangan.
Hingga kejadian kebakaran berhasil dipadamkan, pemilik Swalayan Rahayu, Hermawan Bisma mengaku belum bisa menaksir kerugian materiil akibat kejadian tersebut.
Hermawan mengaku belum bisa menaksir kerugian yang ditimbulkan dari musibah yang dialaminya.
Kebakaran itu terjadi tepat di bangunan gudang dan menyebabkan barang-barang di dalamnya terbakar.
"Kalau itu masih belum bisa menaksir berapa kerugian," ucapnya Jumat (24/7/2020).
Hermawan mengaku untuk sementara akan menutup operasional toko yang ramai pengunjung tersebut.
Pemilik dan karyawan akan melakukan pembersihan swalayan setelah insiden kebakaran itu.
"Kami fokus dulu untuk pembersihan supaya pengunjung nantinya tetap nyaman membeli barang dagangan," bebernya.
Diberitakan sebelumnya, Swalayan Rahayu yang terletak di Jalan Ngurah Rai, Kelurahan Loloan Timur, Kecamatan Jembrana, Bali, dilalap si jago merah, Jumat (24/7/2020) dini hari tadi.
Kejadian tersebut membuat beberapa bagian swalayan hangus terbakar.
Beruntung, petugas Pemadam Kebakaran Pemda Jembrana segera melakukan pemadaman.
Api pun tidak sampai merembet ke semua area lahan swalayan dan tempat yang lain.
Untuk memadamkan api, PMK Jembrana mengerahkan empat armada pemadam kebakaran dan satu unit truk tangki milik Satpol PP Jembrana serta truk tangki BPBD Jembrana.
Petugas dengan cepat melokalisir kobaran api sehingga tidak menjalar ke bangunan dan toko-toko lain yang ada di sebelahnya.
Api baru padam sekitar pukul 04.30 Wita.
“Dugaan penyebabnya korsleting listrik," ucap Kabid Linmas Satpol PP Jembrana I Putu Prananjaya, Jumat (24/7/2020).
Sementara itu, pemilik toko, Hermawan Bisma (50), mengatakan kejadian diperkirakannya terjadi sekitar pukul 00.45 Wita.
Saat itu ia bersama istrinya, Juliana (48), dan anaknya berada di lantai II swalayan miliknya.
Kemudian, ia curiga setelah lampu di bangunan tersebut berkedip-kedip.
“Saat saya cek keluar ternyata ada api di plafon gudang di blok sebelah selatan. Saya panggil satpam di bawah dari HT, istri dan anak-anak langsung turun," jelasnya.
Akhirnya, ia mencoba memadamkan api menggunakan 10 tabung apar, namun tidak berhasil lantaran api cepat membesar.
Selain tempat tinggalnya, di lantai II bangunan yang menurutnya sudah berusia 20 tahun itu, juga terdapat gudang yang menyimpan perlengkapan yang mudah terbakar dan kantor.
“Sebelum kejadian saya sempat mengecek tapi tidak ada yang mencurigakan. Saat kejadian memang belum ada yang tidur. Kami turun dari pintu samping dan beruntung api bisa dipadamkan oleh petugas," bebernya.
(*)