Corona di Bali
1.200 Wisatawan Serbu Kebun Raya Bedugul Saat Weekend, Dominan Rombongan Keluarga Piknik
Semenjak dibukanya kembali sejumlah daerah tujuan wisata (DTW) di Kabupaten Tabanan, Bali, wisatawan langsung menyerbu
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Semenjak dibukanya kembali sejumlah daerah tujuan wisata (DTW) di Kabupaten Tabanan, Bali, wisatawan langsung menyerbu untuk berkunjung dan melepas rindu setelah beberapa bulan tinggal di rumah.
Salah satunya adalah Kebun Raya Eka Karya Bali atau Kebun Raya Bedugul.
Sejak dibuka 20 Juli 2020 lalu, objek wisata yang terkenal dengan hutan berbagai jenis tanaman ini diserbu wisawatan lokal.
Di hari biasa, kunjungan tembus hingga 700 orang dan saat weekend tembus 1.200 orang.
Mereka yang berkunjung lebih banyak rombongan keluarga dan menggelar piknik.
Menurut Manager Operasional Kebun Raya Eka Karya Bali Tito Saputra, wisawatan yang berkunjung ke Kebun Raya Bedugul mencapai 700 orang di hari biasa atau sejak dibukanya.
Kemudian saat weekend, kunjungannya tembus hingga 1.200 orang per hari.
"Pada fase nol (0) ini kami menerapkan pembatasan pengunjung sebanyak 1.500 orang dalam satu waktu bersamaan. Semenjak buka kembali pada weekdays rata-rata jumlah pengunjung sekitar 700 orang, dan pada weekend rata-rata sebanyak 1.200 wisawatan," ujar Tito Saputra saat dikonfirmasi, Minggu (26/7/2020).
Meski banyak wisawatan yang berkunjung, ia tetap menjalankan protokol kesehatan.
Salah satunya adalah menyiapkan satgas internal yang senantiasa mengimbau pengunjung di dalam objek wisata untuk selalu mematuhi protokol kesehatan dan tetap disiplin.
"Mereka yang datang sebagian besar merupakan rombongan keluarga yang menggelar piknik di kebun raya. Kami juga sudah menyiapkan petugas untuk tetap mengingatkan pengunjung menerapkan protokol kesehatan," katanya.
Intinya, tegas dia, pengawasan dan imbauan terhadap wisawatan yang berkunjung harus terus dilakukan.
Memakai masker dan sedia hand sanitizer merupakan hal yang wajib dilakukan pengunjung, termasuk juga terkait jaga jarak.
"Protokol kesehatan sangat kami lakukan pengawasan ketat. Sehingga wisawatan tetap disipilin menerapkan protokol kesehatan selama berada di Kebun Raya Bedugul ini," tegasnya.
Disinggung mengenai persiapan protokol kesehatan untuk menuju tahap selanjutnya, yakni fase 1, Tito menyebutkan saat ini tetap mempersiapkan sembari menunggu hasil evaluasi pada fase nol.
"Untuk objek indoor, akan mulai dijalankan pada fase 1, yakni Rabu (29/7/2020) mendatang. Tentunya setelah evaluasi fase 0, apabila dianggap sudah berjalan dengan baik maka akan diterapkan protokol untuk fase 1," tandasnya.
Seperti diketahui, Kebun Raya Eka Karya Bali atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kebun Raya Bedugul telah dibuka kembali mulai Rabu (22/7/2020).
Pihak Kebun Raya Bedugul telah mempersiapkan segala sesuatunya sesuai protokol kesehatan.
Terlebih lagi, Kebun Raya Bedugul sudah mengantongi sertifikat new normal yang sudah diserahkan Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti.
Pihak manajemen menerapkan empat fase, di antaranya fase nol, fase 1, fase 2, serta fase 3.
Masing-masing fase memiliki ketentuan masing masing.
Seperti misalnya pada penerapan fase nol akan diberlakukan selama satu pekan dengan kuota maksimal kunjungan mencapai 1.500 orang per hari.
Selain itu, manajemen untuk sementara belum membuka objek yang bersifat ada di dalam ruangan seperti rumah kaca kaktus, begonia, hingga anggrek. Sebab, untuk objek ruangan memerlukan protokol khusus yang perlu dipersiapkan.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/suasana-saat-kunjungan-wisawatan-di-areal-kebun-raya-bedugul.jpg)