Breaking News:

Corona di Bali

Buka di Atas Jam 10 Malam, Tempat Hiburan Malam di Tulikup Gianyar Didatangi Petugas

Sejumlah tempat hiburan malam, seperti kafe dan warung remang-remang di By Pass Ida Bagus Mantra kawasan Banjar Siyut didatangi petugas

Istimewa
Foto: Aparat gabungan melakukan sidak di daerah Desa Tulikup, Gianyar, Selasa (28/7/2020) malam. 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sejumlah tempat hiburan malam, seperti kafe dan warung remang-remang di By Pass Ida Bagus Mantra kawasan Banjar Siyut, Desa Tulikup, Gianyar, Bali, didatangi petugas gabungan, Selasa (28/7/2020) malam.

Hal tersebut dikarenakan tempat hiburan malam tersebut masih buka di atas jam 10 malam, yang telah ditetapkan pemerintah.

Informasi dihimpun Tribun Bali, sidak gabungan tersebut meliputi perangkat Desa Tulikup, Satpol PP, TNI dan kepolisian.

Perbekel Tulikup, I Made Ardika, Rabu (29/7/2020) mengatakan, sidak dilakukan untuk menegakkan protokol kesehatan di wilayahnya.

Masyarakat Memilih Datangi RS Swasta Setelah 8 Nakes di RSUD Sanjiwani Gianyar Terpapar Covid-19

Inter Vs Napoli, Lautaro Martinez Dekati Rekor Zlatan Ibrahimovic, Ini Hasil Liga Italia

Agus Tawan Berurusan dengan Polisi di Buleleng, Curi Celana Dalam untuk Penuhi Hasrat Seksual

Dimana jam operasional telah dibatasi hanya sampai pukul 22.00 Wita.

Selain itu, pihaknya juga ingin memastikan tempat usaha di wilayahnya telah menerapkan protokol seperti adanya tempat cuci tangan, penggunakan masker dan jaga jarak.

“Saat ini masih situasi Covid-19, yang menjadi dasar giat sidak kami adalah protokol kesehatan. Kami pastikan mereka memakai masker, jaga jarak dan cuci tangan,” ujarnya.

Ardika mengatakan, pihaknya masih mentolerir tempat-tempat usaha yang buka di bawah pukul 22.00 Wita.

“Di bawah jam 10 malam masih kami perbolehkan, akan tetapi saat melakukan sidak malam tadi kami menjumpai beberapa kafe dan warung remang-remang yang masih buka di atas jam 10 malam. Kami berikan juga teguran kepada pengelola tempat," ujarnya.

Menurut dia, atas adanya ketidakdisiplinan tersebut, mengakibatkan warga di dua banjar di Desa Tulikup terganggu, yakni Banjar Siyut dan Banjar Pande.

"Masyarakat kami ada yang melapor ke masing-masing kepala dusun, mereka resah karena di kafe remang-remang tersebut kerap kali menyalakan musik yang kencang hingga larut malam," ungkapnya. (*).

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved