Breaking News:

Seminggu Maksimal Hanya Tiga Tamu Menginap di Karangasem

PHRI akan bersurat ke bupati agar pejabat luar yang berkunjung ke Karangasem, “dipaksa” menginap sehari.

tribun bali/ saiful rohim
Pengelola hotel melengkapi dengan tempat cucu tangan bagi tamunya. 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Pengusaha hotel dan restoran di Karangasem terus berupaya memulihkan kunjungan wisatawan supaya menginap di sekitar Bumi Lahar pasca dibukanya tatanan kehidupn era baru (new normal).

Di antaranya memberi potongan harga 50 persen hingga 75 persen bagi wisatawan yang menginap.

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Cabang Karangasem, Wayan Kariasa mengungkapkan, pemotongan harga diterapkan di beberapa hotel di Karangasem, dan sudah mulai berlangsung.

Pemotongan bervariatif, tergantung hotel serta restoran bersangkutan.

Pemotongan harga penginapan bertujuan untuk mengundang wisatawan supaya menginap di Karangasem.

Sebab, jumlah wisatawan yang menginap di Karangasem menurun drastis sejak pandemi Covid- 19.

Penurunan sudah terjadi sejak Januari 2020.

"Misalnya ada paket yang harganya Rp 3 juta terpaksa dibanting Rp 700 ribu. Harga kamar yang Rp 1 juta per harinya terpaksa dibanting jadi Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu," ungkap Wayan Kariasa, Kamis (30/7/2020).

Kariasa berharap, pengunjung yang menginap meningkat dengan ada promo harga tersebut.

"Sudah ada beberapa hotel dan restoran yang buka, cuma hanya sebagian. Misalnya, hotel yang kamarnya banyak baru sebagian dibuka. Hotel yang memiliki restoran dua, hanya satu yang dibuka," papar Kariasa.

Kariasa menyadari, geliat wisata di Karangasem belum pulih.

Halaman
12
Penulis: Saiful Rohim
Editor: Bambang Wiyono
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved