Breaking News:

Kejar Makanan yang Terbawa Gelombang, 11 Paus Terdampar di Pesisir Pantai Sabu NTT

Menurut Ikram, biasanya pergerakan paus mengikuti arus laut karena membawa sumber makanan bagi paus.

KOMPAS.COM/SIGIRANUS MARUTHO BERE
Paus terdampar di Pantai Lie Jaka dan Pantai Be Kelurahan Ledeunu, Kecamatan Raijua, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) 

TRIBUN-BALI.COM, KUPANG - Sebanyak 11 paus yang tedampar di Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT) karena terjebak saat mengejar makanan.

Hal itu disampaikan Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Ikram Sangadji, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (31/7/2020) malam.

"Belasan paus ini terjebak di pesisir pantai saat laut sedang surut. Sebelumnya mereka (paus) mengejar makanan yang terbawa gelombang ke pantai," ungkap Ikram.

Menurut Ikram, biasanya pergerakan paus mengikuti arus laut karena membawa sumber makanan bagi paus.

"Biasanya pada saat laut pasang, mereka mengejar makanan sampai ke arah pantai," kata Ikram.

Arsenal vs Chelsea di Final Piala FA, Gelar Juara Bisa Jadi Penawar Luka The Gunners

Ramalan Zodiak Sabtu 1 Agustus 2020, Cancer akan Fokus pada Suasana Rumah Tangga

Fenomena ini, lanjut Ikram, biasanya mudah penanganannya jika masyarakat memahami caranya.

Pihaknya punya keterbatasan soal penyampaian cara penanganannya kepada masyarakat, sehingga bisa diketahui secara luas.

Untuk penanganannya, kata Ikram, harus dilihat kondisi lokasi terdamparnya paus.

"Kalau terjebaknya waktu air laut mulai surut, itu yang repot. Biasanya kita pake stranding code. Jika masih hidup, maka diupayakan untuk dilepas kembali," kata dia.

Stranding code yang dimaksud Ikram, yakni mengklasifikasi kondisi mamalia laut (paus) yang terdampar.

Pacheco: Rindu Atmosfer Latihan dan Keluarga Besar Bali United

Tim dari BKKPN Kupang, kata Ikram, sudah diterjunkan sejak kemarin untuk membantu proses evakuasi bangkai paus yang telah mati.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 10 dari 11 paus yang terdampar di Perairan Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), mati.

Kepala Seksi Program dan Evaluasi Balai Kawasan Konservasi Perairan Nasional (BKKPN) Kupang Imam Fauzi mengatakan, awalnya ada lima paus yang terdampar.

Seekor berhasil dikembalikan ke laut, sedangkan empat lainnya sudah dalam keadaan mati.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Ini Penyebab Belasan Paus Terdampar di NTT

Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved