Breaking News:

Tjokorda Pemecutan Dukung GIRIASA, Golkar Bali Enggan Tanggapi

Pun juga saat disinggung mengenai apakah ada sanksi kepada yang bersangkutan, Sugawa Korry menolak menjawab.

Tribun Bali/Komang Agus Aryanta
ilustrasi-Raja Pemecutan AA Ngurah Manik Parasara atau Ida Cokorda Pemecutan XI (tengah) menyatakan dukungannya terhadap I Nyoman Giri Prasta di Pilkada Serentak 2020. 

DENPASAR, TRIBUN BALI - Terkait sikap Sesepuh Golkar yang mantan Ketua DPRD Badung era Orde Baru, Ida Tjokorda Pemecutan XI, mendukung paket incumbent I Nyoman Giri Prasta-I Ketut Suiasa (GIRIASA) yang bakal diusung kembali PDIP di Pilkada Badung.

Ketua DPD I Golkar Bali, Nyoman Sugawa Korry menolak berkomentar.

Ia mengaku pihaknya menghormati sikap Penglingsir Puri Agung Pemecutan tersebut.

Pun juga saat disinggung mengenai apakah ada sanksi kepada yang bersangkutan, Sugawa Korry menolak menjawab.

Pasien Dipulangkan Paksa Usai Rapid Test Reaktif, Ketua DPRD Buleleng Minta Pemkab Evaluasi Izin RS

Golkar Bali Kirim Surat ke DPP Minta Rekomendasi Bagi Diatmika-Muntra di Pilkada Badung

Denfest Tahun 2020 Akan Digelar Melalui Virtual, Dilaksanakan Selama 3 Bulan

"Kita tidak mau komentari itu. Selama tidak membawa nama Golkar. Kami tidak mau komentari itu," katanya, Rabu (5/8/2020).

Sebelumnya, Ida Tjokorda Pemecutan XI menyatakan dukungan kepada GIRIASA di Pilkada nanti. Dukungan itu diberikan, Selasa (4/8/2020) di Gedung DPRD Badung.

“Keluarga saya pendiri Kerajaan Badung. saya berhak memilih pemimpin saya,” ungkapnya

Dia juga menyindir gerakan sejumlah mantan Bupati Badung yang membuat calon untuk menantang Giri Prasta.

Mereka mantan-mantan bupati (Badung) silahkan mengusung calon, saya juga berhak untuk memilih pemimpin saya,”tegasnya kembali

Tak hanya mendukung Giri Prasta, Cok Pemecutan juga terang-terangan menyatakan dukungannya untuk IGN Jaya Negara yang kini menjabat Walikota Denpasara.

“Jayagiri, Jaya Negara untuk Denpasar dan Giri Prasta untuk Badung. Jayagiri itu artinya gunung yang sukses dan besar,”katanya.

Dia menyebut meski secara pemerintahan Badung dan Denpasar terpisah, akan tetapi secara kelahiran Badung dan Denpasar adalah sama, memiliki sifat dan gaya yang sama.

“Keduanya sudah terbukti, polos orangnya. Saya senang orang desa, lugu,”imbuhnya.

 Cok Pemecutan yang mengaku banyak memiliki saudara di Badung dan Denpasar siap memerintahkan agar mendukung kedua calonnya ini.

Penutupan Apel Dansat Kodam IX/Udayana Hadirkan Motivator Aqua Dwipayana Hingga Ajik Krisna

Bappenas Minta Pembangunan Dermaga Tanah Ampo di Karangasem Ditunda, Ini Alasannya

Kahiyang Ayu Melahirkan Anak Kedua, Presiden Jokowi Kini Mempunyai 4 Cucu, Namanya Ada Nasution

Disisi lain, I Nyoman Giri Prasta menyambut baik dukungan yang diberikan oleh Ida Cokorda Pemucutan.

 “Saya pribadi merasa bahagia adanya dukungan dari ida Cokorda atas dukungan pada pilkada 2020 ini,”kata Giri Prasta.

Dikatakan Giri Prasta, dengan adanya dukungan tersebut, pihaknya mengaku akan tetap melakukan skala prioritas yakni seni, adat agama, dan budaya.

“Beliau memang sejak awal memang memberikan dukungan kepada saya. Beliau sudah melihat dan mendengar informasi dari masyarakat apa yang menjadi keinginan beliau sudah kami lakukan,” katanya.

Pihaknya pun mengaku Cokorda Pemecutan sudah memberikan dukungan moral kepada dirinya,  bahkan sejak awal telah memberikan dukungan dalam pencalonan sebagai Bupati Badung.

 Ia pun menyatakan dukungan yang diberikan tidak terlepas dari kerja yang telah dilakukan selama memimpin Kabupaten Badung.

“Sebenarnya beliau mendukung karena beliau memiliki kedekatan dengan almarhum bapak saya. Bapak saya kan dari Badung selatan yang di kenal dengan daerah Bukit. Daerah ini memang sejarahnya dari puri pemecutan,” jelasnya.

“Maka hubungan baik itu terjadi antara beliau dan kedua orang tua saya. Maka saya ini mungkin dilihat oleh beliau salah satu figur yang betul-betul memiliki pengabdian kepada masyarakat yang tulus dan iklas. Maka hal ini saya pertahankan dengan  baik,” tambahnya.

Disinggung mengenai dengan rekomendasi yang belum turun, pihaknya mengaku akan menunggu dengan setia dan taat.

“Kapan pun yang diturunkan kita akan tunggu terutama pada Ibu Megawati,” jelasnya

Ditanya kembali apakah pasangan “Giriasa” yang diajukan ke Pusat? Giri Prasta  mengatakan di Badung pasangan “Giriasa” memang menjadi satu.

“Kita tetap satu dengan satya semaya. Sehingga setelah kita berproses yang kita telorkan hanya satu yakni “Giriasa”. Kami komitmen yang diusulkan ke Pusat adalah pasangan Giri Prasta,” pungkasnya. (*)

Penulis: Ragil Armando
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved