Raih Suara Nasional Kedua Terbanyak di Pemilu 2019, Prabowo Beberkan Kunci Sukses Gerindra Ini
Sang Ketua Umum Partai berlambang burung Garuda, Prabowo Subianto angkat bicara mengenai keberhasilan Partai Gerindra meraih posisi kedua
TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra berlangsung di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2020).
Sang Ketua Umum Partai berlambang burung Garuda, Prabowo Subianto angkat bicara mengenai keberhasilan Partai Gerindra meraih posisi kedua dalam perolehan suara nasional dalam Pemilu 2019.
Padahal, jika ditilik dari sejarahnya Gerindra adalah partai baru yang berdiri pada Februari 2008.
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto angkat bicara mengenai keberhasilan partainya memperoleh posisi kedua dalam perolehan suara nasional dalam Pemilu 2019.
Padahal Gerindra terbilang partai baru, karena baru didirikan pada Februari 2008.
Hal ini diungkap Prabowo dalam sambutannya dalam Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Gerindra, di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (8/8/2020).
"Lumayan juga sebagai partai pendatang, kita bisa dapat posisi partai ketiga di 2014 dan sekarang (2019, -red) kita partai kedua secara perolehan suara," ujar Prabowo.
"Pada tingkat DPR RI Partai Gerindra pada pemilu 2019 juga berhasil mendudukkan kadernya sejumlah 78 kursi DPR RI, naik 6,85 persen dari perolehan pemilu 2014 lalu yaitu 73 kursi DPR RI," imbuhnya.
Prabowo kemudian menyinggung mengapa partainya bisa memperoleh posisi tersebut meski bukan partai penguasa, tidak memiliki radio, televisi, serta surat kabar.
Padahal lebih banyak ketua umum partai politik lain yang lebih berkuasa, hebat, banyak uang hingga memiliki stasiun televisi.
Prabowo juga menyinggung ada parpol lain yang dipimpin ketua umum dengan pangkat bintang lebih tinggi daripada dirinya.
"Ada juga ketua umum partai yang bintangnya lebih banyak dari kalian. Aku dari kecil ingin bintang empat, dikasih bintang tiga, ya terima kasih ya kan, lumayan bintang tiga dari pada teman-teman saya yang masih letkol, kolonel," kata Prabowo.
Lantas, Prabowo mempertanyakan apakah yang mendorong hasil parpol adalah masing-masing ketua umum partai tersebut? Apakah Gerindra juga seperti itu?
Pertanyaan itu kemudian dijawab sendiri oleh Prabowo.
Dia mengatakan Gerindra bukan besar karena ketua umumnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ketum-gerindra-prabowo-subianto.jpg)