Setelah Layangan Celepuk, Made Karya Buat Layangan Celepuk Kala Rau

Belakangan ini, langit di Kota Denpasar saban hari dipenuhi oleh layang-layang atau layangan.

TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA
Proses pembuatan layangan celepuk Kala Rau 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Belakangan ini, langit di Kota Denpasar saban hari dipenuhi oleh layang-layang atau layangan.

Dari sekian banyak layangan itu, kebanyakan adalah jenis layangan celepuk.

Tak puas dengan kreasi layangan celepuk yang ada saat ini, Made Karya yang tinggal di Kawasan Noja, Denpasar membuat layang- layang celepuk Kala Rau.

Ia membuat layang-layang ini dikarenakan ingin membuat yang berbeda, dan Kala Rau memiliki sejarah atau cerita rakyat di Bali.

5 Zodiak Ini Dikenal Paling Murah Senyum dan Ramah Banget, Bisa Buat Teman-temannya Ceria

Andrea Pirlo Resmi Jadi Pelatih Baru, Juventus Harus Bayar Rp 350 Miliar karena Pecat Maurizio Sarri

Begini Kondisi Pengendara KLX yang Meninggal di Dalung, Polisi : Laka Tunggal, Wajah Remuk

Di mana Kala Rau dalam kehidupan masyarakat Bali identik dengan gerhana.

Untuk membuat layang-layang ini hingga pengecatan ia membutuhkan waktu kurang lebih 5 hari dengan dibantu dua temannya.

"Kalau sekarang ramai celepuk atau burung hantu, saya ingin buat yang berbeda, seperti Kala Rau yang merupakan cerita rakyat Bali," katanya.

Layangan Kala Rau yang dia buat memiliki ukuran 4 x 5 meter.

Untuk biaya pengecatan dia rela merogoh kocek Rp 600 ribu.

"Kalau ukuran 4 x5 meter. Biaya total mulai dari rangka kain dan cat kira-kira habis 1,5 jutaan," imbuhnya.

Kini dia memiliki 10 layangan dengan berbagai bentuk seperti, celepuk, tawon, vespa, orang-orangan.

"Sekarang punya 10 layangan, kebanyakan celepuk dan yang lainnya ada tawon, vespa, orang-orangan," katanya.

Dia menceritakan mulai menggemari layangan sejak tahun 2017.

Bahkan layangan yang dia buat pernah menang dalam pertandingan layangan.

"Mulai suka layangan tahun 2017. Ya namanya hobi kalau senang gimana lagi, buat lagi. Layangan saya juga pernah menang di lomba layang-layang desa Kesiman, juara 2," katanya. (*).

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved