Babak Baru Kasus Mahasiswi S2 Tewas Tergantung di Rumah Pacar, Janggal & Keluarga Duga Dibunuh
Kematian mahasiswi S2 hukum yang ditemukan tewas tergantung di rumah kekasihnya, berinisial R, Sabtu (25/7/2020) di Kelurahan Jempong Baru,
TRIBUN-BALI.COM, MATARAM -- Kematian mahasiswi S2 hukum yang ditemukan tewas tergantung di rumah kekasihnya, berinisial R, Sabtu (25/7/2020) di Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, NTB terus didalami kepolisian.
Kasus kematian mahasiswi S2 tersebut hingga kini masih menjadi tanda tanya.
Kendati demikian, polisi menyatakan sudah memeriksa 23 saksi termasuk R (22).
"Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap 23 orang saksi termasuk R, kekasih korban sebagai pemilik rumah, dan TN (22) yang pertama kali menemukan korban, juga keluarga korban sudah dilakukan pemeriksaan," kata Kasat Reskrim Polres Kota Mataram, AKP Kadek Adi Budi Astawa, Selasa (11/8/2020).
Astawa mengatakan, kasus tersebut sudah masuk ke tahap penyidikan.
"Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan rekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP), " kata Astawa.
Munculnya informasi sudah ditetapkannya tersangka dalam kasus kematian LNS, Astawa enggan menjawab.
Dia tak ingin ada upaya menghilangkan barang bukti dari pelaku sehingga dibutuhkan kehati-hatian dalam setiap prosesnya.
Tim kuasa hukum keluarga LNS dari Biro Konsultasi dan Bantuan Hukum Universitas Mataram (BKBH Unram) Yan Magandar mengatakan, keluarga menduga bahwa mahasiswi tersebut dibunuh.
Kematian LNS dibuat seolah-olah mahasiswi tersebut bunuh diri.
"Kuat dugaan apa yang dialami LNS adalah pembunuhan, Kuat dugaan LNS digantung setelah tewas sehingga terkesan LNS gantung diri atau bunuh diri karena depresi," kata Yan.
Yan mengatakan, keluarga bersyukur kasus ini naik ke tingkat penyidikan sehingga dugaan keluarga bahwa korban tewas dibunuh makin kuat.
"Kami belum terlalu berani berasumsi apakah ini pembunuhan biasa atau berencana karena hingga saat ini penyidik belum memberikan keterangan jelas ke keluarga korban terkait peristiwa yang ditemukan dari alat-alat bukti yang sudah dikumpulkan seperti rekaman CCTV dan hasil otopsi," kata Yan.
Bukti kamera CCTV
Koordinator pendamping keluarga LNS, Syamsul Hidayat kepada Kompas.com mengatakan, pihaknya menduga ada yang janggal atas kematian LNS.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-tewas11_20170215_155137.jpg)