Kekurangan Tembaga Bisa Memicu Osteopororis hingga Anemia, 9 Makanan Ini Mengandung Tembaga Tinggi
peran utama tembaga adalah mendukung pembentukan struktur kolagen, serta produksi hemoglobin dan energi.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Tribunners, apa Anda sudah memenuhi kebutuhan mineral tembaga untuk tubuhmu ?
Mungkin banyak orang yang belum memenuhi kebutuhan tembaga untuk tubuhnya.
Banyak orang mungkin bertanya-tanya makanan apa saja yang mengandung tembaga.
Tembaga mungkin tidak begitu populer jika dibandingkan dengan mineral lainnya, seperti kalsium hingga zat besi.
• Driver Ojek Online Jadi Relawan Vaksin Covid-19, Ini Yang Dirasakannya Setelah Disuntik
• Bagaimana Usaha Wayan Agar Dapat Mengikuti Lomba dengan Baik? Jawaban TVRI Kelas 1-3 SD
• Ini Jadwal Belajar dari Rumah TVRI 12 Agustus 2020, Ada Tayangan Micky Mouse Clubhouse
Mengonsumsi mineral tembaga bahkan mungkin terdengar kurang lazim di telinga sebagian orang.
Padahal, tembaga adalah salah satu mineral penting yang diperlukan tubuh.
Dalam sistem metabolisme tubuh, peran utama tembaga adalah mendukung pembentukan struktur kolagen, serta produksi hemoglobin dan energi.
Manfaat tembaga lainnya, yakni berguna dalam mendukung fungsi saraf dan pertumbuhan tulang.
Pada bayi, tembaga bahkan berperan dalam membantu perkembangan otak, sistem imun, termasuk pertumbuhan tulang yang kuat.
Kekurangan tembaga sendiri bisa menyebabkan sejumlah masalah kesehatan, seperti:
- Anemia
- Kelelahan
- Mudah sakit
- Peningkatan kolesterol darah
- Melemahnya fungsi kekebalan tubuh
- Memicu terjadinya penyakit arteriosclerosis
- Memicu osteopororis
Jumlah kebutuhan tembaga harian pada masing-masing orang dapat berbeda tergantung usia dan faktor risiko.
Berikut ini adalah angka kebutuhan tembaga harian yang disarankan Pemerintah melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik (PMK) Indonesia No. 28 tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan untuk Masyarakat Indonesia:
Bayi/anak
- 0-5 bulan: 200 mcg
- 6-11 bulan: 225 mcg
- 1-3 tahun: 340 mcg
- 4-6 tahun: 440 mcg
- 7-9 tahun: 570 mcg
Laki-laki
- 10-12 tahun: 700 mcg
- 13-15 tahun: 795 mcg
- 16-18 tahun: 890 mcg
- 19-29 tahun: 900 mcg
- 30-49 tahun: 900 mcg
- 50-64 tahun: 900 mcg
- 65-80 tahun: 900 mcg
- 80+ tahun: 900 mcg
Perempuan
- 10-12 tahun: 700 mcg
- 13-15 tahun: 795 mcg
- 16-18 tahun: 900 mcg
- 19-29 tahun: 900 mcg
- 30-49 tahun: 900 mcg
- 50-64 tahun: 900 mcg
- 65-80 tahun: 700 mcg
- 80+ tahun: 700 mcg