HUT RI ke 75

Hargai Jasa Pahlawan, STT Yowana Eka Santhi Ubung Kaja Denpasar Kibarkan Puluhan Bendera Merah Putih

Pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2020 mendatang bakal ditambah 2 buah bendera raksasa.

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
Istimewa
STT Yowana Eka Santhi Banjar Pemangkalan, Ubung Kaja, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali mengibarkan bendera merah putih di bulan Agustus 2020 ini 

Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sekaa Truna Truni (STT) Yowana Eka Santhi Banjar Pemangkalan, Ubung Kaja, Denpasar Utara, Kota Denpasar, Bali untuk pertama kalinya mengibarkan bendera merah putih raksasa dan puluhan bendera di sebuah jembatan Jalan Cokroaminoto tidak jauh dari banjar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia.

Ketua STT Yowana Eka Santhi, Made Suka Jayanthika menuturkan sebuah bendera merah putih raksasa yang telah dikibarkan awal pekan bulan ini tersebut berukuran 7 x 4 meter di atas bambu setinggi 17 meter.

 Pada Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2020 mendatang bakal ditambah 2 buah bendera raksasa.

"Untuk yang bendera raksasa baru satu yang dikibarkan ukurannya 7x4 meter, kami sudah siapkan lagi 2 bendera raksasa untuk dikibarkan pas detik-detik proklamasi 17 Agustus nanti, ukurannya 9x6 meter dan 7x4 meter," kata Made kepada Tribun Bali, Kamis (13/8/2020).

Dirawat di RS, Hadi Pranoto Batal Jalani Pemeriksaan Polisi Hari Ini

Pengumuman Hasil UTBK-SBMPTN 2020 Jumat 14 Agustus Pukul 15.00 WIB, Ini Linknya

22 Tenaga Medis yang Gugur dalam Penanganan Covid-19 Diberikan Bintang Tanda Jasa

Selain itu, di sepanjang jembatan Banjar Pemangkalan sudah terpasang deretan puluhan bendera kebanggan bangsa Indonesia, yang akan ditambah dengan pengibaran oleh sekitar 25 orang pada saat 17 Agustus 2020 mendatang.

"Bendera yang kecil sudah dipasang sekitar 30 an, nanti pas 17 Agustus akan diadakan Upacara, secara sederhana hanya diikuti 25 anggota dari total keseluruhan 65 anggota, hal ini karena masih dalam suasana masa pandemi covid-19," ujarnya.

Upacara pengibaran bendera akan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan, memakai masker dan menjaga jarak satu dengan yang lainnya.

Bagi dia, pengibaran bendera merah putih ini sebagai wujud kecintaan dan penghargaan kepada jasa para pahlawan yang harus dilakukan para generasi penerus bangsa untuk memaknai perjuangan.

"Kami melakukan pengibaran ini sebagai wujud kecintaan dan menghargai para pahlawan, meskipun digelar secara sederhana, namun tetap bermakna," ungkapnya.

Berbeda dengan perayaan tahun-tahun sebelumnya, jika tahun sebelumnya perayaan HUT RI dilakukan dengan beraneka ragam perlombaan maka di tengah situasi pandemi covid-19 ini kegiatan perlombaan dan aktivitas lainnya seperti jalan sehat ditiadakan.

"Tahun sebelumnya biasanya ada lomba makan kerupuk, jalan sehat dan lainnya, tahun ini ditiadakan," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved