Breaking News:

Tekan Peredaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Bali Nusra Gelar Operasi Pasar

Bea Cukai secara kontinyu melakukan penindakan rokok ilegal dan barang kena cukai ilegal lainnya di berbagai daerah

Humas Bea Cukai Bali Nusra
Foto kiriman Humas Bea Cukai Bali Nusra- Tekan Peredaran Rokok Ilegal, Bea Cukai Bali Nusra Gelar Operasi Pasar 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA–Guna mewujudkan komitmen untuk menekan peredaran rokok ilegal sebesar 3 persen di tahun 2020, Bea Cukai secara kontinyu melakukan penindakan rokok ilegal dan barang kena cukai ilegal lainnya di berbagai daerah, yang disebut sebagai “Operasi Gempur”. 

Kali ini, Bea Cukai Bali Nusra turut menambah daftar panjang penindakan di bidang cukai sebagai bagian dari semangat untuk menggempur rokok ilegal.

Selama pelaksanaan Operasi Gempur yang berlangsung dari tanggal 6 Juli hingga awal Agustus 2020 lalu, Bea Cukai Bali-Nusra bersama-sama dengan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) di bawahnya, yang meliputi BC Denpasar, BC Mataram, BC Sumbawa, BC Kupang, BC Maumere, dan BC Atambua, melakukan penindakan khususnya di daerah yang disinyalir menjadi tempat peredaran Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal. 

Diantaranya adalah wilayah Kabupaten Tabanan, Badung, Singaraja untuk wilayah Provinsi Bali, dan Belu, Sumba Barat, Lombok Barat, Lombok Timur, Lombok Tengah, Lombok Utara, Sumbawa Besar, dan Manggarai Timur untuk wilayah Nusa Tenggara.

RSUD Karangasem Siapkan Ruangan Jika Ada Tambahan Pasien Covid-19

Pamit Masak Tapi Tak Kunjung Kembali, Seorang Ibu di Tabanan Ditemukan Meninggal di Gudang

Polres Badung Laksanakan Gowes Kemerdekaan Dalam Rangka Bakti Polri Peningkatan Ekonomi

“Pada Operasi Gempur kali ini, kami berhasil melakukan penindakan terhadap 202.268 batang rokok, 88.188 gram tembakau iris, dan 10 botol liquid vape dengan berbagai merek dan ukuran, yang diduga melanggar ketentuan di bidang cukai,” ungkap Sulaiman, Kepala Bidang Fasilitas Kepabeanan, selaku juru bicara Kantor Wilayah DJBC Bali, NTB, dan NTT, Jumat (14/8/2020).

Nilai barang hasil penindakan tersebut mencapai Rp 231.342.740, dengan potensi kerugian negara sebesar Rp 91.590.034.

Ia menambahkan, bahwa yang dimaksud dengan pelanggaran ketentuan cukai adalah barang kena cukai (dalam hal ini rokok) yang tidak dilekati pita cukai, dilekati pita cukai palsu, dilekati pita cukai yang bukan haknya, serta dilekati dengan pita cukai yang tidak sesuai dengan peruntukannya.

Dalam rangka mencapai target rokok ilegal sebesar 3 persen pada tahun 2020, selain melakukan upaya represif melalui Operasi Gempur, Bea Cukai di wilayah Bali-Nusra juga melakukan upaya persuasif, berupa pemberian edukasi terkait ketentuan cukai dan sosialisasi mengenai barang kena cukai ilegal, kepada masyarakat umum dan para pelaku usaha. 

Diharapkan dengan upaya ini masyarakat menjadi lebih paham, tidak lagi mengkonsumsi rokok ilegal, dan mampu berperan secara aktif untuk memberikan informasi kepada Bea Cukai, jika ditemukan adanya rokok/barang kena cukai ilegal di daerahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved