Breaking News:

Kerangka Paus Bakal Dirangkai Jadi Ikon Pariwisata Pantai Batu Tumpeng Klungkung

Pantai Batu Tumpeng telah lama digagas Desa Gelgel, Klungkung, Bali, sebagai destinasi pariwisata

Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Suasana di Pantai Batu Tumpeng, Desa Gelgel, Klungkung, Bali, Rabu (19/8/2020). 
TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Pantai Batu Tumpeng telah lama digagas Desa Gelgel, Klungkung, Bali, sebagai destinasi pariwisata.
Sebelum masa pandemi, pantai ini kerap dikunjungj wisatawan yang hendak berselancar.
Ke depan Pantai Batu Tumpeng ini rencananya akan terus ditata, sehingga bisa menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Klungkung.
Pantai Batu Tumpeng yang terletak di Desa Gelgel, Klungkung, tampak sangat lenggang, Rabu (19/8/2020).
Hanya ada dua orang warga yang sedang duduk bersantai di pesisir.
Selama pandemi Covid-19, pantai itu tampak kurang terawat.
Belukar terus tumbuh di pesisir, dan sampah pun berserakan di dekat papan penunjuk arah.
Selain itu, toilet umum pun terkunci rapat.
Tidak tampak aktivitas di pantai, yang sebelumnya menjadi destinasi alternatif bagi wisatawan untuk berselancar.
"Sebelumnya memang sering wisatawan ke Pantau Batu Tumpeng untuk bermain surfing. Kami juga beberapa tahun lalu sudah bentuk Pokdarwis untuk mengembangkan Destianasi Batu Tumpeng," ujar Sekretaris Desa Gelgel, Made Dwi Adnyana Putra.
Karena masa pandemi Covid-19, saat ini wisatawan tidak lagi banyak berkunjung ke Pantai Batu Tumpeng.
Hanya beberapa warga lokal yang datang ke pantai untuk sekadar berolahraga atau bermain layang-layang.
Meskipun demikin, pihak desa tetap memiliki perencanaan ke depan untuk menata Pantai Batu Tumpeng.
Ke depan pihak desa memiliki rencana menggali kuburan ikan paus berukuran raksasa, yang sempat mati terdampar dan dikubur di pesisir Pantai Batu Tumpeng pada tahun 2016 lalu.
Lalu kerangka ikan paus itu akan disusun kembali untuk dipajang di pesisir dan akan dijadikan ikon di Pantai Baru Tumpeng.
Sehingga kerangka paus itu bisa dijadikan daya tarik wisata untuk mendatangkan wisatawan.
"Itu masih sebatas rencana, karena tentu dibutuhkan dukungan moril dan materiil dari pemerintah daerah," ungkap Made Dwi Adnyana Putra.
Selama ini pihak desa bersama Pokdarwis ini yang saat ini berada di bawah naungan BUMDes, selama ini telah membangun beberapa fasilitas di Pantai Batu Tumpeng, seperti toilet umum, papan penunjuk arah, warung yang dikelola Pokdarwis.
"Kami bersama mahasiswa KKN juga sempat menanam pohon kelapa di sekitar pantai untuk perindang," ungkapnya.
Sementara pihaknya baru bisa melakukan penataan kecil.
Menurutnya, ada beberapa kendala dalam pemataan Pantai Batu tumpeng.
Misalnya, lahan di pesisir yang sebagaian besar dimiliki oleh pribadi.
Sehingga jika dilakukan penataan, harus dilakukan pendekatan untuk dapat memanfaatkan lahan tersebut.
"Padahal rencananya tanah di sekitar paisir pantai itu akan kami buat stan kuliner," jelasnya.
Pihaknya juga telah memohonkan tanah milik Provinsi Bali di pesisir Pantai Batu Tumpeng seluas sekitar 20 are.
Rencananya lahan itu akan digunakan sebagai lahan parkir, hanya saja hingga saat ini belum ada persetujuan.
"Kami dari desa bersama Pokdarwis memang sudah ada rencana bertemu bupati terkait rencana penataan Pantai Batu Tumpeng ini. Karena penataan ini kami membutuhkan dukungan moril dan materiil dari pemerintah daerah," jelasnya.
(*)
 
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved