Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Wamenhan Sebut yang Dibahas dengan Kemendikbud Adalah Bela Negara, Bukan Pendidikan Militer

Ia menegaskan, yang tengah dibahas oleh pihaknya dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bukanlah pendidikan militer, melainkan pendidikan

Editor: Wema Satya Dinata
KONTAN
Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono 

TRIBUN-BALI.COM - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Sakti Wahyu Trenggono mengklarifikasi terkait usulan pendidikan bela negara untuk mahasiswa di Indonesia.

Ia menegaskan, yang tengah dibahas oleh pihaknya dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bukanlah pendidikan militer, melainkan pendidikan bela negara.

"Saya mau koreksi sedikit ya, itu bukan pendidikan militer, itu bela negara."

"Kalau militer itu kan kesannya militerisasi."

Presiden Jokowi Pasangkan Mahfud MD dan Tito Karnavian Pimpin Kompolnas Periode 2020-2024

Soal Pembukaan Bali Untuk Wisatawan Asing, Luhut : Tenang, Kita Tidak Mau Terburu-buru

Angel Di Maria Mengaku Sulit Tidur PSG Akan Mentas di Final Liga Champions

"Tapi kalau bela negara kan berbeda itu," kata Trenggono dalam acara Talk Highlight Radio Elshinta bertajuk 'Pendidikan Militer 2021 Milenial Harus Siap Jadi Komponen Cadangan, Rabu (19/8/2020).

Terkait kerja sama Kemhan dengan Kemendikbud, Trenggono mengatakan hal tersebut masih pada tahap diskusi.

Awalnya, kata Trenggono, Kemhan tengah mencari bentuk pendidikan bela negara yang cocok untuk generasi milenial.

Kemudian, Kemhan berdiskusi dengan Kemendikbud dan mengetahui Kemendikbud memiliki program Merdeka Belajar.

Dalam diskusi tersebut kemudian Kemhan mengusulkan bagaimana jika kegiatan bela negara dimasukkan dalam program Merdeka Belajar, karena kegiatan tersebut positif.

Trenggono menjelaskan, bentuk pendidikan bela negara adalah pendidikan terkait disiplin, ketangkasan, dan sebagainya.

Ia pun menegaskan pendidikan tersebut tidak bersifat wajib dan mengikat, melainkan sukarela.

"Nah, salah satu yang ketemu adalah, oke di perguruan tinggi ada merdeka belajar, misal satu semester mereka ikut pendidikan bela negara, ikut pendidikan disiplin dan lain-lain."

"Bukan militer tapi latihan bela negara."

"Tapi seolah mirip militer tapi bukan. Itu latihan disiplin ketangkasan dan lain-lain," terang Trenggono

Ramalan Zodiak Besok 20 Agustus 2020, Sagitarius Jangan Berlebihan, Taurus Kerjakan Sesuai Prioritas

Lakukan Inovasi Penyuluhan Digital, Candra Dinilai Potensial sebagai Penyuluh Teladan Nasional

Termasuk dr. Putu Moda Arsana, Presiden Lantik 17 Anggota Konsil Kedokteran Indonesia

Trenggono mengungkapkan, satu di antara yang mendasari usul tersebut adalah semakin besarnya pengaruh dari luar negeri terhadap milenial.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved