Corona di Bali
Tukar Plastik Dapat Kebutuhan Pokok ‘Ajeg’ di Gianyar
Sudah hampir dua bulan lebih I Made Januryasa memperkenalkan program tukar sampah plastik dengan kebutuhan pokok di Kabupaten Gianyar
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Sudah hampir dua bulan lebih I Made Januryasa memperkenalkan program tukar sampah plastik dengan kebutuhan pokok di Kabupaten Gianyar, Bali.
Sampai saat ini sejumlah banjar masih menjalankan program tersebut.
Kegiatan tersebut terpantau di dua banjar di Desa/Kecamatan Sukawati, yakni Banjar Tameng dan Banjar Dlodpangkung.
Tak tanggung-tanggung, di dua banjar ini, sampah plastik yang berhasil terkumpul sebanyak 515 kilogram lebih.
Informasi dihimpun Tribun Bali, Minggu (23/8/2020), masih ajegnya program tersebut, dikarenakan banyaknya manfaat yang diterima oleh banjar.
Mulai dari membersihkan lingkungan dari sampah plastik hingga tidak menyebabkan masyarakat malas.
Sebab dalam program ini, jumlah plastik yang dikumpulkan per warga, sesuai dengan kebutuhan pokok yang diterima dari penukaran sampah tersebut.
Kelian Banjar Tameng, I Nyoman Gatra mengatakan, warganya sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.
Bahkan masyarakatnya berharap kegiatan ini dilakukan setiap minggu.
“Warga sangat bersyukur di masa sulit seperti ini, masyarakat bisa mendapatkan beras hanya dengan menukarkan sampah plastik. Warga pun meminta agar kegiatan ini bisa dilakukan secara rutin, dan kami selaku prajuru pasti akan berupaya memenuhi keinginan warga,” ujarnya.
Gatra mengatakan, kegiatan ini tidak akan bisa berjalan baik, tanpa adanya dukungan dari sejumlah donatur.
Serta, ia sangat mengapresiasi program yang telah dicetuskan oleh Made Januryasa.
Pencetus Program Tugas Plastik, I Made Januryasa bersyukur programnya dapat diaplikasikan oleh banyak banjar di Bali.
Bahkan di Gianyar sendiri, kata pria asal Tabanan itu, sejumlah desa telah mengadopsi programnya.
Terbaru, kata dia, kegiatan ini juga akan dilakukan di Desa Batuan, Sukawati.
“Semoga lebih banyak lagi banjar atau desa yang mengadopsi program kami,” ujarnya.
Kata Janur, program tersebut bertujuan menghilangkan konflik bantuan.
Dimana, selama pandemi Covid-19 ini, bantuan-bantuan yang disalurkan pada masyarakat, kerap melahirkan kecemburuan antar warga.
Sebab ada yang merasa pantas mendapatkan, namun ia tidak mendapatkan bantuan dimaksud.
Karena itu, Janur pun memperkenalkan program tugas sampah dengan kebutuhan pokok ini ke banjar-banjar, dan telah banyar banjar yang mengaplikasikan program tersebut.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kegiatan-tukar-plastik-dengan-kebutuhan-pokok-di-banjar-tameng-sukawati.jpg)