Breaking News:

Peer to Peer Lending Akseleran Turut Membawa Transkon Jaya Lakukan Penawaran Saham Perdana

Akseleran menjadi fintech Peer to Peer (P2P) Lending pertama di Indonesia yang berhasil membawa UKM-nya asal Balikpapan, Kalimantan Timur bernama

Istimewa
Co-Founder Akseleran 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Karsiani Putri

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Akseleran menjadi fintech Peer to Peer (P2P) Lending pertama di Indonesia yang berhasil membawa UKM-nya asal Balikpapan, Kalimantan Timur bernama PT Transkon Jaya Tbk untuk melakukan
penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (27/8/2020).

Melalui IPO ini, calon emiten yang akan menggunakan kode saham TRJA tersebut akan meraup dana
segar sebesar Rp 93,75 miliar.

Chief Credit Officer & Co-Founder Akseleran, Christopher Gultom menyambut gembira atas keberhasilan PT Transkon Jaya Tbk yang menjadi perusahaan pertama yang IPO melalui pipeline Bursa Efek Indonesia perwakilan Kalimantan Timur.

Menurutnya, Akseleran bangga sebagai fintech P2P Lending yang selama ini selalu mendukung dalam penyaluran pinjaman usaha kepada PT Transkon Jaya Tbk sejak Maret 2018.

Pria Ini Dihujani 7 Tembakan di Punggungnya oleh Polisi Disaksikan 3 Anaknya, Warga Gelar Demo Besar

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un Dikabarkan Koma, Tapi Hidupnya Belum Berakhir

Kadis Pertamanan DKI Jakarta Positif Covid-19, Sebelumnya Ikut Rapat Bareng Gubernur Anies

"Ketika ada UKM yang selama ini kami dukung penuh terkait permodalan usaha dan akhirnya dapat melantai di Bursa Efek Indonesia tentu ini tidak hanya menjadi prestasi bagi Akseleran melainkan juga industry P2P Lending di Indonesia yang menunjukkan mampu memberikan akses keuangan sebesar-besarnya bagi pertumbuhan bisnis UKM."

"Untuk Transkon sendiri, pertama kali memperoleh permodalan usaha untuk kelangsungan bisnisnya dalam jasa penyediaan kendaraan dari Akseleran sebesar 200 juta rupiah dan secara kumulatif dari Maret 2018 sampai saat ini sudah mencapai total sebesar Rp 41,91 miliar rupiah baik yang melalui Akseleran langsung maupun lending partner Akseleran dengan rasio keterlambatan pembayaran (NPL) ke Akseleran 0 persen," ujar Christopher Gultom.

Selain itu, Christopher Gultom juga menjelaskan bahwa tidak menutup kemungkinan kedepan akan ada UKM-UKM binaan Akseleran lainnya yang juga menjadi perusahaan terbuka mengikuti jejak PT Transkon Jaya Tbk.

Ketua KPK Firli Bahuri Diperiksa Dewas Terkait Helikopter Mewah, Begini Komentarnya

Alasan Dan Rekam Jejak Giring Ganesha Maju Jadi Calon Presiden di Pilpres 2024 dari PSI

Pencairan Subsidi Gaji Rp 600 Ribu BPJS Ketenagakerjaan Ditunda, Ini Jadwal Terbarunya

Oleh karena itu, Christopher Gultom menegaskan, Akseleran akan terus berkomitmen untuk mengakomodasi para pelaku usaha
lainnya di seluruh Indonesia agar dapat memperoleh pinjaman usaha yang berbasiskan invoice financing maupun pre-invoice financing dengan besaran mulai dari Rp 200 juta hingga Rp 2 miliar.

Hingga pertengahan Agustus 2020, Christopher Gultom menyampaikan, Akseleran sudah menyalurkan total pinjaman usaha secara kumulatif sebesar Rp 1,38 triliun lebih kepada 2200 peminjam dengan rasio NPL di angka sekitar 0,4 persen dari total penyaluran pinjaman.

Sekretaris Perusahaan PT Transkon Jaya Tbk, Alex Syauta menyatakan penghargaan dan apresiasi yang besar  kepada Akseleran yang telah menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan bisnis perseroan hingga  akhirnya dapat IPO.

Alex Syauta menyatakan bahwa perusahaan berencana menawarkan 375 juta saham ke publik dengan
harga penawaran Rp 250 per saham.

Jadwal Acara Edukasi Selasa 25 Agustus 2020 di TVRI, Ada Sumber Listrik dan Menjadi Orangtua Bijak

Satuan Tempur Kodam IX/Udayana Tak Akan Beri Ruang Aksi Terorisme di Bali Nusra

Dengan demikian, Alex mengatakan, perseroan akan meraup dana IPO sebesar Rp 93,75 miliar.

Adapun tujuan penggunaan dana IPO tersebut, Alex Syauta menjelaskan, sekitar 70 persen untuk pengembangan usaha perseroan, yaitu sebagai pembayaran uang muka pembelian kendaraan baru yang bertujuan disewakan sesuai kegiatan usaha
utama perseroan dan 30 persen lagi untuk modal kerja dalam pembelian suku cadang, ban, dan oli.

"Kami berharap permodalan perseroan semakin kuat dan pertanggungjawaban perseroan kepada publik semakin kuat dengan adanya good corporate governance. Transkon juga berharap Akseleran dapat terus mengikuti perkembangan pendanaan Transkon mengingat struktur permodalan kami yang semakin kuat setelah IPO dan perlu diimbangi oleh penambahan dalam pembiayaan," ungkap Alex Syauta dalam berita rilis yang diterima Tribun Bali. (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved