Breaking News:

Pertumbuhan Pasar Kendaraan Listrik Dinilai Masih Sulit Bergerak, Ini Faktor Penghambatnya

pertumbuhan pasar kendaraan listrik masih menemui tantangan besar seiring dengan daya beli masyarakat dan ekspansi kredit di tengah pandemi.

CUTENK
Perjalanan test drive jajaran mobil hybrid dan PHEV Toyota, dari Banyuwangi-Bali, 9-11 Oktober 2019. 

TRIBUN-BALI.COM - Toyota Indonesia mendukung penuh upaya pemerintah Republik Indonesia untuk mempercepat era elektrifikasi di Tanah Air walau kini sedang melawan pandemi virus corona alias Covid-19.

Pasalnya, hal tersebut diyakini mampu membuat perekonomian nasional segera pulih dengan terserapnya puluhan ribu tenaga kerja, di samping mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Kendati demikian, pertumbuhan pasar kendaraan listrik masih menemui tantangan besar seiring dengan daya beli masyarakat dan ekspansi kredit di tengah pandemi.

 Direktur Administrasi, Korporasi, dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia ( TMMIN) Bob Azam menyatakan, biaya yang besar pada awal pembelian kendaraan listrik merupakan faktor penting dan menentukan kini.

Ahli Jelaskan Faktor-faktor yang Pengaruhi Virus Corona Terus Mengalami Mutasi

Soal Belajar dari Rumah di TVRI kelas 4-6 SD Edisi Kamis 27 Agustus 2020: Materi Seni Membuat Patung

Profil Jang Seung Jo, Pemeran Utama Drama Korea Snowdrop Lawan Main Jisoo BLACKPINK

"Bicara pertumbuhan pasar, itu masalah sebenarnya bukan di produsen melainkan konsumen.

Memang ada tantangan dari sisi suplai, tapi secara keseluruhan kita tidak masalah. Hingga kini produk Toyota sudah terbilang lengkap," katanya kepada Kompas.com, Rabu (26/8/2020).

"Jadi bagaimana cara memberikan pemahaman kepada konsumen agar menghargai environment yang lebih bersih sehingga bergeser ke kendaraan ramah lingkungan, meski biaya kepemilikan awal lebih besar (harga jual mobil listrik)," lanjut Bob.  

Di samping itu, kata Bob lagi, konsumen di Indonesia terbiasa dengan uang muka (down payment/DP) mobil kecil.

Sementara dewasa ini perusahaan pembiayaan tengah membatasi pemberian kredit dengan memperketat seleksi pemohon hingga meningkatkan DP.

"Kalau sekarang jangankan mobil listrik, yang konvensional pun masih susah karena faktor terbesar itu di pembiayaan.

Halaman
12
Editor: Wema Satya Dinata
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved