Breaking News:

TPP Pegawai di Bangli Tidak Jadi Dipotong 3 Bulan

Rencana penundaan pembayaran TPP di Bangli selama tiga bulan pun sirna

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Kepala BKPAD Bangli I Ketut Riang. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kabar baik bagi para pegawai di Bangli, Bali.

Anggaran untuk Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) kabarnya telah mencukupi hingga akhir tahun 2020.

Secara otomatis rencana penundaan pembayaran TPP selama tiga bulan pun sirna.

Kepala Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Darah (BKPAD) I Ketut Riang membenarkan kabar tersebut.

Ia mengatakan pada anggaran perubahan 2020, TPP para pegawai dirancang penuh hingga akhir tahun.

Hal ini mengingat sudah ada anggaran dari provinsi yang bersumber dari PKB/BBNKB.

“Sumber dana tersebut untuk sementara dirancang di anggaran perubahan,” ujarnya Jumat (28/8/2020).

Riang kembali menjelaskan, sebelumnya pembayaran TPP hanya dirancang selama 9 bulan, yakni hingga bulan September 2020.

Hal ini meningat Pemerintah Kabupaten Bangli kekurangan anggaran.

Sebab, lanjutnya, sumber pendapatan dari PKB/BBNKB Provinsi Bali sempat di-refocusing sebesar Rp 40 miliar lebih.

“Dari semula Rp 93 miliar pada rancangan induk (APBD 2020), kemudian dipotong Rp 40 miliar lebih. Sekarang diberikan anggaran sebesar Rp 33 miliar. Anggaran inilah dimanfaatkan yang pertama untuk pegawai,” ucapnya.

Mantan Kepala Inspektorat Bangli itu mengatakan, TPP Pegawai di Bangli membutuhkan anggaran sebesar Rp 8 miliar lebih per bulan.

Sedangkan dengan refocusing yang dilakukan sebelumnya, kebutuhan anggaran untuk pembayaran TPP kurang sebesar Rp 24 miliar lebih.

“Mengenai pembayaran TPP ini sudah kami masukkan kedalam rancangan KUA PPAS APBD Perubahan untuk selanjutnya dibahas dengan anggota DPRD Bangli. Rencananya hari Senin atau Selasa kami ajukan rancangannya ke DPRD,” tandasnya. 

(*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved