Corona di Bali
Tingkatkan Jumlah Pasien Sembuh Covid-19, Danrem 163/Wira Satya Ajak Warga Donor Plasma Konvalesen
Menurut Danrem, terapi plasma konvalesen bisa menjadi alternatif penyembuhan bagi pasien covid-19 untuk saat ini.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Wema Satya Dinata
Laporan wartawan Tribun Bali, Adrian Amurwonegoro
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Seiring tingginya jumlah pasien yang telah sembuh dari covid-19, Danrem 163/Wira Satya Brigjen TNI Husein Sagaf, S.H., mendorong pemerintah maupun masyarakat untuk meningkatkan donatur terapi plasma konvalesen (TPK) karena jumlahnya yang masih terbatas.
"Sebagaimana diketahui untuk TPK ini masih terbatas dilakukan, padahal jumlah pasien sembuh Covid-19 di Bali sangat signifikan lebih dari 3.000 orang," terang Danrem kepada Tribun Bali, Sabtu (29/8/2020)
Menurut Danrem, terapi plasma konvalesen bisa menjadi alternatif penyembuhan bagi pasien covid-19 untuk saat ini.
"Ini yang perlu kita dorong kepada masyarakat atau pihak terkait seperti pemerintah daerah, kita sendiri di lingkungan TNI AD termasuk Kodam IX/Udayana sudah mengawali pelaksanaan donor plasma konvalesen ini," ucap dia.
• Rekomendasi DPP Parpol Mulai Turun, Danrem 163/Wira Satya Beri Pesan Terkait Pilkada Serentak 2020
• 6 Tips Bersepeda yang Aman di Jalan Raya
• Besok, Sekjen Hasto Kristiyanto Bawa Amplop Rekomendasi PDIP untuk Pilwali Surabaya 2020
Sementara upaya untuk pembuatan vaksin dan obat, kata Danrem, masih dalam proses uji klinis yang masih membutuhkan waktu sekitar 6 bulan ke depan untuk dapat diproduksi dan diedarkan.
"Secara medis mereka yang sudah dinyatakan negatif atau sembuh dari Covid-19 maka dapat menjadi donatur plasma konvalesen.
Artinya bagi mereka yang sebelumnya menderita Covid-19 kemudian dinyatakan sembuh maka 14 hari setelah sembuh mereka sebenarnya dapat mendonorkan darahnya untuk diolah menjadi plasma.
Karena pada waktu itu merupakan kondisi terbaik untuk menghasilkan anti bodi," jelas Danrem.
Danrem mengatakan, pandemi covid-19 sampai saat ini masih belum mereda termasuk di wilayah Bali, dan berbagai upaya sudah dilakukan oleh pemerintah dan semua pihak dalam menangani Pandemi Covid-19.
"Saat ini kita sangat gencar dan masif untuk menerapkan protokol kesehatan, sebagai suatu cara yang dipandang efektif untuk mencegah penularan Covid-19 untuk tidak semakin meluas," pungkas Jenderal Bintang Satu itu. (*)