Mengenang Almarhum Kepala OJK Regional 8 Bali-Nusra
Kaget campur tidak percaya, demikian perasaan saya saat membaca isi WhatsApp (WA) pagi itu.
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR -- Kaget campur tidak percaya, demikian perasaan saya saat membaca isi WhatsApp (WA) pagi itu.
Pada Sabtu (29/8/2020) pagi sekitar pukul 08.33 WIB atau 09.33 Wita, saya membaca kiriman WA dari Pemimpin Redaksi harian Tribun Bali Sunarko.
Isi WA dari Sunarko seperti di bawah ini:
Berita duka
Telah berpulang ke rumah Bapa di Surga.
Bapak Elyanus Pongsoda
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara
Pada Hari : Sabtu
Tanggal : 29 Agustus 2020
Karangan bunga dapat dikirimkan ke
Alamat Rumah Duka:
Jl Raya Puputan No. 196 Renon-Denpasar
Semoga Beliau mendapatkan tempat terbaik dan kedamaian abadi serta keluarga yang ditinggalkan diberikan keikhlasan, ketabahan dan kesabaran.
Humas OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara.
"Info dari wartawan Tribun Bali, Mas AQUA," jelas Sunarko.
Setelah membaca WA tersebut, saya langsung telepon Sunarko.
Menanyakan lebih detail tentang info itu.
"Saya juga baru tahu Mas Aqua. Mendapatkan kabarnya dari teman wartawan Tribun Bali. Perkembangan infonya saya kabari ke Mas Aqua," ujar Sunarko.
Saya kemudian telepon ke Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali, Trisno Nugroho, untuk mengkonfirmasikan hal itu.
"Benar sekali infonya Mas Aqua. Pak Elyanus barusan meninggal. Saat ini jenazahnya masih di Rumah Sakit Sanglah Denpasar, Bali. Saya kaget mendapat info tersebut. Sesak rasanya dada saya," ujar Trisno pelan.
Trisno dan Elyanus teman dekat. Mereka sama-sama peserta Pendidikan Calon Pengawas Bank (PCPB) angkatan II Bank Indonesia.
Sebelum Covid-19, mereka tuan rumah bersama reuni angkatannya. Waktu itu banyak yang hadir.
Sesudah mendapat kepastian dari Trisno, dalam hati saya langsung mendoakan Elyanus.
Semoga semua amal ibadah almarhum diterima Tuhan dan seluruh keluarga yang ditinggal tabah menerima cobaan tersebut. Aamiin...
[catatan redaksi: dalam kesan-kesannya terhadap alm. Elyanus yang disampaikan kepada Tribun Bali kemarin, Trisno menyebut Elyanus sebagai pribadi yang pekerja keras, rendah hati, dan melakukan sesuatu sungguh-sungguh dengan hatinya. Pemikirannya positif dan terukur. Orangnya baik sekali dan selalu tertawa bersama dan lucu. Trisno mengaku sangat kehilangan]
Saya kemudian kontak teman akrab saya, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara.
Menginfokan untuk meminta bantuan anggotanya memesankan karangan bunga berisi ucapan duka cita dari saya sekeluarga untuk dikirimkan ke rumah duka.
Saya jadi teringat pertemuan terakhir dengan Elyanus di kantornya, OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara Jl Diponegoro No 134 Denpasar, Bali, pada Selasa 4 Agustus 2020 sekitar pukul 10.00 Wita.
Sebelum bertemu, saya kirim WA dulu ke Elyanus.
"Selamat pagi Pak ELYANUS. Apa kabar? Saya sedang di Bali. Apakah pagi ini Bapak ada waktu luang? Saya mau silaturahim. Semoga kita bisa ketemu. Aamiin... Salam hormat buat keluarga. Makasih banyak Pak ELYANUS."
Tidak lama setelah itu Elyanus memberikan respon.
"Pagi pak Aqua, kabar baik. Bisa pak pukul 10.00. Ini baru selesai briefing dengan teman-teman terkait monitoring tiap pagi rencana kegiatan teman baik yang WFH (Work From Home) maupun yang WFO (Work From Office)."
Dengan semangat langsung saya balas WA-nya.
"Siap Pak ELYANUS. Nanti pukul 10.00 saya ke Bapak ya. Dari tempat saya menginap ke Bapak hanya sekitar 5 menit. Makasih banyak Pak ELYANUS untuk respon WA dan waktunya."
Waktu mengirim WA itu, saya sedang di rumah dinas Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Kurnia Dewantara.
Tempat biasa saya bermalam setiap ke Bali. Letaknya di depan kantor Elyanus.
Begitu bertemu, Elyanus dengan ramah langsung menyapa saya.
Dia didampingi salah seorang pejabat OJK, Ananda Renekona Mooy, yang baru beberapa hari tugas di Bali.
Kemudian Elyanus menanyakan kegiatan sharing Komunikasi dan Motivasi di BPD Bali apakah sudah jadi saya laksanakan.
Saat saya jawab belum, Elyanus kelihatannya agak kecewa.
Laki-laki kelahiran Palopo, Sulawesi Selatan, pada 17 April 1962 itu sebelumnya minta saya untuk membantu BPD Bali memperbaiki dan meningkatkan kemampuan komunikasi para pegawai bank tersebut.
Hal Itu disampaikannya ketika kami pertama kali bertemu di kantornya pada Senin, 3 Februari 2020.
"Nanti saya kontak Pak Nyoman Sudharma (Dirut BPD Bali, pen) untuk mengingatkan beliau terkait pelaksanaan sharing Komunikasi dan Motivasi pada jajarannya. Kemampuan komunikasi mereka di internal dan dalam melayani para nasabah perlu ditingkatkan. Menurut saya, Pak Aqua bisa melakukan itu secara optimal," kata Elyanus.
[catatan redaksi: Kepada Tribun Bali kemarin, Nyoman Sudharma mengenang Elyanus sebagai sosok yang sederhana dan senantiasa mengayomi. Elyanus dinilainya gigih dalam membangun industri jasa keuangan yang sehat dan berperan aktif untuk pemulihan ekonomi nasional, dan khususnya Bali. "Selamat jalan Pak Elyanus, semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Nya", kata Sudharma]
Kenangan Dua Kali Bertemu
Pada pertemuan pertama itu Elyanus langsung 'menodong' saya untuk sharing Komunikasi dan Motivasi dengan jajarannya.
Saat itu pas mereka sedang ada pertemuan.
"Siap Pak Elyanus. Ini rezeki buat saya yang tidak dapat digantikan dengan uang berapapun juga. Tidak semua pakar komunikasi dan motivator mendapat kesempatan untuk sharing Komunikasi dan Motivasi di tempat terhormat ini," ungkap saya.
Permintaan Elyanus tidak saya sia-siakan. Saya menegaskan ke para peserta bahwa untuk menyukseskan semua tugas dan meningkatkan kinerja setiap individu, seluruh pegawai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara penting untuk memperkuat kemampuan komunikasinya dan aktif melaksanakan silaturahim.
Saya ingatkan agar seluruh kegiatan positif itu sebaiknya konsisten dilaksanakan.
Elyanus menginfokan bahwa topik sharing hari itu dengan para pegawai OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara tentang upaya memperkuat jaringan dengan aktif melaksanakan silaturahim.
Itu sejalan dengan buku super best seller karya saya yang berjudul “The Power of Silaturahim: Rahasia Sukses Menjalin Komunikasi” yang telah 8 kali cetak dengan total jumlah sebanyak 160 ribu eksemplar.
Meski sharing Komunikasi dan Motivasi hanya sebentar, Elyanus cukup puas.
Dia merencanakan mengundang saya secara resmi buat kegiatan serupa dengan para pegawai OJK Regional 8 Bali dan Nusa Tenggara serta dengan Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan se-wilayah kerjanya.
Kami bertiga lantas ngobrol di kantornya hingga pukul 11.15 Wita.
Sambil jalan ke lobi dari ruang kerjanya, Elyanus menceritakan keinginannya kembali ke Sulawesi Selatan untuk membangun kampungnya.
"Mohon doakan saya Pak Aqua agar bisa pindah tugas ke Makassar, sehingga lebih dekat dengan kampung saya. Menjelang pensiun, saya ingin di sana dan berkontribusi untuk daerah saya," kata Elyanus serius.
Sebelum menjabat sebagai Kepala OJK di Bali sejak 1 Desember 2018, Elyanus menduduki posisi sebagai Kepala OJK Sulawesi Utara.
Sebelum berkarir di OJK, beliau juga sempat berkarir di Bank Indonesia.
Meski baru dua kali bertemu Elyanus dan berkomunikasi lewat WA, namun saya banyak belajar pada laki-laki yang sangat rendah hati tersebut. Semua hasil diskusi kami sangat bermanfaat. Seluruhnya merupakan kenangan indah.
Selamat jalan Pak Elyanus Pongsoda.
Kepergian tiba-tiba bapak dari tiga orang putra ini mengingatkan saya untuk terus dan tanpa lelah membantu sesama hingga akhirnya menghadap Sang Pencipta.
Semoga Tuhan menerima semua amal ibadah bapak dan seluruh keluarga tabah menerima cobaan ini. Aamiin.(aqua dwipayana)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/elyanus-pongsoda-dan-stafnya-bersama-penulis-dr-aqua-dwipayana.jpg)