Breaking News:

Corona di Bali

Pemkab Bangli Terapkan Denda Rp 100 Ribu Bagi Masyarakat Tak Pakai Masker

Pemerintah Kabupaten Bangli akan menerapkan denda Rp 100 ribu bagi masyarakat yang tidak mengenakan masker

Satpol PP Bangli
Sosialisasi - Dinas Satpol PP dan Damkar Bangli ketika melakukan sosialisasi Perbup 39 tahun 2020 di Pasar Kintamani, Bangli, Bali, Minggu (30/8/2020).   

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Pemerintah Kabupaten Bangli akan menerapkan denda Rp 100 ribu bagi masyarakat yang tidak mengenakan masker.

Sesuai rencana, penerapan aturan tersebut mulai berlaku pada 7 September 2020 mendatang.

Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Bangli Dewa Agung Suryadarma, Rabu (2/9/2020), mengungkapkan, aturan ini merupakan turunan dari Peraturan Gubernur Bali, dalam Perbup Bangli No.39 Tahun 2020.

Ia menjelaskan, terdapat dua jenis sanksi yang diberlakukan, antara lain sanksi administrasi dan sanksi denda.

Lebih lanjut diungkapkan, dua jenis sanksi tersebut berlaku bagi perorangan, pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, penanggung jawab tempat, dan fasilitas umum.

Untuk perorangan, besaran sanksi denda yakni sebesar Rp 100 ribu bagi perorangan yang tidak mengenakan masker saat beraktivitas dan berkegiatan di luar rumah.

Selain itu beberapa hal yang juga wajib ditaati oleh perorangan, antara lain menggunakan masker, mencuci tangan dengan air mengalir, menerapkan social distancing minimal 1 meter, tidak beraktivitas di tempat umum saat mengalami gejala demam/batuk/pilek/nyeri tenggorokan, bersedia diperiksa oleh petugas kesehatan dalam rangka pencegahan penyebaran Covid-19, serta bersedia menaati prosedur penanganan lebih lanjut dalam hal hasil pemeriksaan menunjukkan gejala klinis Covid-19.

“Namun ada hal-hal lain yang dikecualikan, misal saat berpidato boleh membuka masker. Atau saat melafalkan doa serta saat berolahraga yang mengharuskan melepas masker. Walau demikian tetap mempertimbangkan jaga jarak minimal 1 meter,” sebutnya.

Sementara bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara, penanggung jawab tempat, dan fasilitas umum diwajibkan melaksanakan sosialisasi dan edukasi.

Tujuannya meningkatkan kepatuhan pihak terkait dalam pencegahan Covid-19.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved