Breaking News:

Disparbud Akui Anjloknya Kunjungan Wisatawan ke Bangli, Retribusi April hingga Juni Rp 0

Dinas Pariwsiata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli mengakui anjloknya kunjungan wisatwan pada beberapa bulan terakhir.

Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Suasana di wilayah Penelokan, Kintamani belum lama ini 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Dinas Pariwsiata dan Kebudayaan (Disparbud) Bangli mengakui anjloknya kunjungan wisatwan pada beberapa bulan terakhir.

Menurut pihak Disparbud, satu hal yang paling menyebabkan adalah merebaknya pandemi Covid-19.

Kepala Bidang Destinasi I Ketut Wakil menyebut, anjloknya kunjungan wisatawan ke Bangli terlihat pada pendapatan asli daerah dari sektor retribusi yang terus mengalami penurunan.

Pihaknya memaparkan pada Bulan Januari retribusi yang terkumpul sebesar Rp 3,4 miliar. Sedangkan retribusi pada bulan Februari yakni Rp 2,4 miliar lebih.

“Pada bulan Maret retribusi yang terkumpul sebesar Rp 1,3 miliar. Itupun hanya pertengahan, dan selanjutnya karena ada pandemi Covid-19 retribusi pada bulan April hingga Juni Rp 0,” ucapnya.

Pungutan retribusi kembali diberlakukan mulai 9 Juli, di mana hingga akhir bulan terkumpul sebesar Rp 56 juta.

Perangkat Pendukung Belum Terpasang, Gedung Buleleng Command Centre Belum Digunakan Pemkab

Update Covid di Buleleng - Kasus Positif Covid-19 Bertambah 34 Orang, 13 Sembuh

Ayo Pakai Masker, Ucapan Lantang Dikyasa Satlantas Polres Badung Saat Penling

Sementara pada bulan Agustus retribusi yang terkumpul sebesar Rp 148,6 juta.

“Dari dibuka kembali ini justru terjadi penurunan, tidak ada peningkatan. Bisa dikatakan penurunan mencapai 80 hingga 90 persen,” ujarnya.

Tak hanya dipengaruhi pandemi covid, menurut Ketut Wakil, anjloknya jumlah kunjungan juga dipengaruhi tidak adanya wisatawan asing.

“Retribusi ini yang menunjang adalah kunjungan wisatawan asing. Di mana harga tiket masuk Rp 50 ribu untuk dewasa dan Rp 30 ribu untuk anak-anak. Sedangkan wisatawan lokal Rp 25 ribu untuk dewasa, dan Rp 15 ribu untuk anak-anak,” katanya.

Polresta Denpasar Ringkus 2 WNA Kasus Narkoba, Diduga Bagian Sindikat

Benda-Benda Bersejarah Banyuwangi Dipamerkan di Pameran Kepurbakalaan

3 KK yang Menjalani Isolasi Mandiri di Desa Dangin Puri Klod Denpasar Diberikan Sembako

Sementara itu, Kadisparbud Bangli I Wayan Adnyana mengatakan sebelumnya target retribusi pariwisata di Bangli sebesar Rp  41 miliar.

Jumlah tersebut mengalami rasionalisasi, dan ditetapkan menjadi Rp 13 miliar untuk tahun 2020.

“Hingga saat ini sudah terkumpul sebesar 50 persen lebih. Pihaknya juga mengatakan akan segera mengusulkan ulang target retribusi ke DPRD Bangli mengingat adanya relaksasi dari Bupati Bangli,” ucapnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved