Corona di Bali
Bangli Jadwalkan Belajar Tatap Muka Pasca Kuningan
Sesuai jadwal, kegiatan belajar tatap muka di Bangli akan dimulai pasca hari raya Kuningan
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Irma Budiarti
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Bangli berencana menerapkan kegiatan belajar tatap muka bagi seluruh SD dan SMP di Bangli, Bali.
Sesuai jadwal, kegiatan belajar tatap muka di Bangli akan dimulai pasca hari raya Kuningan, September 2020 ini.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Disdikpora Bangli, I Nengah Sukarta, Minggu (6/9/2020).
Pihaknya memberikan jaminan pada orangtua bahwa sekolah yang diizinkan melaksanakan kegiatan belajar tatap muka telah layak secara SOP.
Pun demikian didasari revisi SKB empat menteri, yang membolehkan zona hijau dan kuning untuk belajar tatap muka di sekolah.
Kendati telah diizinkan oleh pemerintah pusat, Sukarta menegaskan tetap membatasi jumlah siswa yang mengikuti pembelajaran tatap muka.
Hal tersebut bertujuan meminimalisir kekhawatiran munculnya klaster baru, mengingat sekolah merupakan tempat menerima informasi dan berkumpulnya orang banyak.
“Yang pertama, menghadirkan 50 persen dulu secara bergilir, sehingga pemantauan lebih mudah. Selanjutnya pelaksanaan protokol kesehatan dijaga secara ketat, dipatuhi oleh sekolah. Termasuk sarana dan prasarana saya rasa sudah lengkap. Thermo gun, air mengalir untuk cuci tangan, sabun cair, hingga hand sanitizer untuk kebutuhan hingga bulan Desember 2020 sudah kami cek semua,” sebutnya.
• Uji Coba Koridor 2 Teman Bus Rute Gor Ngurah Rai-Bandara Ngurah Rai
• Satu Peluang Adik Tiri Valentino Rossi Naik Kelas MotoGP, Bisa Geber Motor Ducati
• 8.025 Meninggal Terinfeksi Virus Corona di Indonesia, Hari ini 7 Pasien Meninggal di Bali
“Termasuk juga sterilisasi sekolah dengan disinfektan, saat akan dimulai kegiatan dan saat pulang sekolah. Masing-masing sekolah sudah ada. Masker semua juga sudah punya cadangan,” imbuhnya.
Lantaran Bangli sudah masuk zona kuning berdasarkan laporan dari tim Satgas Covid-19 Bangli, maka seluruh sekolah di wilayah Bangli diizinkan kembali beroperasi.
Walau demikian, Sukarta menegaskan keputusan siswa untuk mengikuti pembelajaran tatap muka tetap kembali pada izin orangtua.
Apabila orangtua siswa masih ragu untuk mengizinkan anaknya mengikuti pembelajaran tatap muka, maka diperbolehkan mengikuti pelajaran secara daring.
“Jadi di dalam kelas 50 persen siswa mengikuti pelajaran tatap muka, dan sisanya secara daring. Artinya live di dalam kelas. Namun adapula yang menggunakan sistem pertukaran berdasarkan kurikulum darurat. Jadi 50 persen siswa mendapatkan pelajaran, misalnya Bahasa Indonesia, dan sisanya mendapatkan pelajaran Matematika,” jelasnya.
Disampaikan pula, kegiatan belajar tatap muka dimulai pukul 07.30 Wita dan berakhir pukul 11.30 Wita.
• Besok Denda Rp 100.000 Tidak Pakai Masker Diberlakukan di Klungkung
• Reaksi Rekrutan Terbaru AC Milan Ketika Warisi Nomor Punggung Zlatan Ibrahimovic
• Diceraikan Istri, Stroke, hingga Tinggal di Panti Jompo, El Ibnu Kembali ke Pelukan Cinta Pertama
Proses pembelajaran tatap muka juga lebih pendek dari sebelumnya, yakni 35 menit untuk satu jam mata pelajaran, dengan satu kali isitrahat secara bergiliran.
Guru juga diwajibkan tetap mengajar di kelas.
“Apabila guru tersebut dalam keadaan sakit, diwajibkan segera menghubungi pihak sekolah agar bisa ditukar mata pelajarannya. Kami juga tidak mengizinkan membuka kantin. Selain itu saat pulang sekolah, siswa diwajibkan langsung kembali ke rumahnya masing-masing,” tegasnya.
Mantan Kadisos Bangli itu juga mengatakan operasional sekolah beralaku fleksibel, yakni bilamana di wilayah sekitar sekolah terjadi penambahan kasus positif Covid-19, maka diizinkan tutup hingga situasi kembali kondusif.
“Begitupun jika di wilayah tempat tinggal siswa terjadi penambahan kasus positif Covid-19, maka orangtua siswa tinggal menelepon ke sekolah, dan siswa diizinkan mengikuti pembelajaran daring,” ujarnya.
Imbuh Sukarta, kegiatan belajar tatap muka akan dimulai setelah hari raya Kuningan atau akhir bulan September 2020.
Sedangkan masa uji coba mulai dilakukan pasca hari raya Galungan.
“Nanti pertengahan Galungan-Kuningan dicoba dulu sedikit sambil kontrol. Tapi kewenangan sekolah secara penuh adalah pasca Kuningan. Kami juga sudah bentuk pos pendidikan penanganan Covid-19 yang akan menerima laporan dari sekolah berapa yang terdampak, serta pos penanganan Covid-19 untuk sekolah yang melaporkan permasalahan Covid-19 di sekolah,” tandas dia.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kadisdikpora-bangli-i-nengah-sukarta098.jpg)