Corona di Bali
Jadi Pusat Pariwisata Indonesia, Penanganan Covid-19 di Bali Dinilai Sangat Mendesak
Posisi Bali sebagai destinasi unggulan dan pusat pariwisata Indonesia membuat penanganan pandemi Covid-19 semakin penting dan mendesak
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Irma Budiarti
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Posisi Bali sebagai destinasi unggulan Indonesia serta hub (pusat) utama pariwisata Indonesia membuat penanganan pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) semakin penting dan mendesak.
Anjloknya ekonomi Bali dinilai berdampak pada daerah daerah lain.
Banyak aktivitas perekonomian di daerah lain yang terkait pariwisata Bali terkena dampak atas penurunan aktivitas pariwisata di Bali.
Koordinator Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana menilai, kesiapan Bali untuk menggerakkan kembali sektor pariwisata sangat penting dan strategis maknanya bagi mengeliatnya kembali sektor pariwisata di daerah lain di Indonesia.
"Untuk itu berbagai persiapan untuk memulihkan kepercayaan dan membuat wisatawan merasa aman untuk datang ke Bali kembali sangat diperlukan," kata Ari Dwipayana dalam siaran persnya yang diterima Tribun Bali, Senin (7/9/2020).
Dijabarkan olehnya, secara keseluruhan, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Indonesia pada Juli 2020 jika dibandingkan dengan Juli 2019 mengalami minus 89,12 persen.
VIDEO: Resep Brownies Almond, Praktis Tanpa Dimixer
• 3 Pemain Ini Bisa Buat Mohamed Salah Jadi Pemain Cadangan Liverpool
• Jokowi dan Para Menteri Beri Perhatian Khusus untuk Penanganan Pandemi Covid-19 di Bali
• 6 Orang Pendaki Tersesat di Puncak Bukit Adeng Tabanan Ditemukan Selamat
VIDEO: Resep Risoles Ragout Sayuran Lezat, Sehat dan Kaya Serat
Pada Juli 2020 hanya ada sebanyak 159,8 ribu wisman, sedangkan pada Juli 2019 mencapai 1.468,2 ribu.
Jumlah kunjungan wisman Januari-Juli 2020 menurun 64,64 persen dibanding Januari-Juli 2019.
Kondisi ini menyebabkan perkembangan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) Hotel Klasifikasi Bintang pada Juli 2020 mencapai rata-rata 28,07 persen atau turun 28,66 poin dibandingkan TPK Juli 2019 sebesar 56,73 persen. Begitu juga penerbangan domestik Juli 2020 dibandingkan Juli 2019 mengalami penurunan 79,58 persen.
Ari Dwipayana mengingatkan, berdasarkan hasil survei terlihat jelas masih adanya kekhawatiran di kalangan kelas menengah untuk bepergian, berbelanja, dan berwisata.
Mereka enggan berwisata karena merasa tidak aman dan khawatir tertular Covid-19.
"Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah, Pemerintah Provinsi Bali dan juga pelaku industri pariwisata untuk membangun Safe Travel," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/koordinator-staf-khusus-presiden-republik-indonesia-anak-agung-gede-ngurah-ari-dwipayana.jpg)