Breaking News:

Corona di Bali

Serahkan Masker, Koordinator Staf Khusus Presiden Kunjungi UNUD dan RSUP Sanglah

Koordinator Staf Khusus Presiden Republik Indonesia melakukan pertemuan dengan rektor dan civitas akademika Unud dan direksi RSUP Sanglah

Doc Pribadi Ari Dwipayana
Pertemuan dengan Unud bersama membahas Covid-19.  

Laporan Wartawan Tribun Bali Anak Agung Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Koordinator Staf Khusus Presiden Republik Indonesia, AAGN Ari Dwipayana, melakukan pertemuan secara berturut-turut dengan rektor dan civitas akademika Universitas Udayana (UNUD) serta direksi RSUP Sanglah, Denpasar, Bali, pada Selasa (8/9/2020).

Pertemuan pertama dilakukan dengan Rektor Universitas Udayana (Unud),  Prof. A.A. Raka Sudewi, serta Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama dan Informasi yang juga Ketua Satgas Covid-19 Prof I.B  Wyasa Putra, didampingi civitas akademika Unud untuk membahas perkembangan penanganan Covid-19 di Provinsi Bali.

Mengawali pertemuan, Ari Dwipayana menyampaikan, beberapa perkembangan terbaru penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah pusat, baik penanganan kesehatan maupun ekonomi.

Dalam pertemuan tersebut, Unud menyampaikan berbagai masukan yang diharapkan dapat menjadi bahan perbaikan penanganan Covid-19 baik di Provinsi Bali, maupun nasional. 

Ratusan Pendukung Jerinx Penuhi Kawasan Depan Kantor Gubernur Bali untuk Temui Koster

Kerjasama Antara KPK dan PLN Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 960 Miliar Lebih

Ketua PSSI Sebut Status 27 Pemain di Timnas U19 Belum Aman,Bisa Dicoret atau Ada yang Dipanggil Lagi

Ari Dwipayana mengapresiasi masukan-masukan konstruktif yang disampaikan Unud, dan berjanji akan menindaklanjuti beberapa hal penting, diantaranya terkait peningkatan jumlah tes untuk mengetahui peta sebaran Covid-19 secara lebih akurat.

Menurut Ari, masukan UNUD terkait peningkatan jumlah tes sangat penting, karena keseriusan dalam melakukan tes akan berdampak pada meningkatnya kepercayaan masyarakat dan dunia internasional kepada Bali, yang merupakan barometer keberhasilan penanganan Covid-19 di Indonesia.

"Selain itu, dalam Sidang Paripurna Kabinet, Senin, 7 September 2020 yang lalu, Presiden Jokowi meminta Menteri Kesehatan untuk mengatasi ketimpangan kapasitas melakukan testing antar daerah. Sebelumnya, Presiden juga telah meningkatkan target pengujian PCR dari 20 ribu menjadi 30 ribu per hari," sebutnya dalam rilis yang diterima Tribun Bali, Selasa (8/9/2020).

Pada akhir pertemuan, Ari Dwipayana menyerahkan 10 ribu masker kepada Rektor Unud, untuk disebarkan kepada masyarakat, sekaligus mendukung kampanye penggunaan masker di Bali.

Pertemuan selanjutnya dilakukan dengan jajaran direksi Rumah Sakit Sanglah, Denpasar

Halaman
12
Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved