Berita Denpasar
Realisasi PBB P2 Hingga Triwulan III di Denpasar Bali Capai Rp 113 Miliar
Eddy menambahkan, dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan pajak daerah di Denpasar makin baik.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hingga triwulan III, realisasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan Perkotaan (PBB-P2) capai 90,62 persen.
Atau jika diangkakan, realisasi ini sebesar Rp 113 miliar lebih.
Kepala Bapenda Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Eddy Mulya mengatakan, meski setelah jatuh tempo per 31 Agustus lalu, masyarakat tetap taat membayar.
Eddy Mulya mengatakan, target PBB-P2 di Kota Denpasar di tahun 2025 ini ditetapkan pada angka Rp 125 miliar.
Baca juga: Mantan Ajudan Gede Bharata Dilantik Jadi Sekda Gianyar Bali, Gus Bem Segera Susun Pajak PBB 0 Persen
"Dan sampai saat ini telah pada posisi 90,62 persen," papar Eddy Mulya.
Ia menambahkan, Bapenda pun dibantu perbekel/lurah untuk terus melakukan pendataan potensi pajak yang baru seiring dengan tumbuhnya perekonomian masyarakat masyarakat.
"Ketaatan masyarakat dalam membayar pajak dibarengi dengan kerja keras tim pengelolaan perpajakan di Kota Denpasar menjadikan pembayaran pajak di Kota Denpasar sangat lancar," ujarnya.
Menurutnya, nantinya pajak ini akan dikembalikan kepada masyarakat melalui program pembangunan, sarana pendidikan, kesehatan dan kegiatan lainnya.
"Kami juga perlu terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar semakin gencar menggunakan layanan digital perpajakan di Kota Denpasar," katanya.
Eddy menambahkan, dalam dua tahun terakhir, pertumbuhan pajak daerah di Denpasar makin baik.
Dan menurutnya, 85 persen dari PAD dalam dua tahun ini berasal dari pajak dan kontribusi daerah.
Terkhusus untuk PBB P2, untuk saat ini Denpasar sangat stabil.
Apalagi dengan adanya kebijakan insentif berupa pengurangan pokok pajak untuk menekan lonjakan pajak akibat kenaikan NJOP.
"Awalnya kami pesimis dengan kondisi belakangan. Kami hanya targetkan 75 persen dari target Rp 125 miliar sampai 31 Agustus. Tapi di luar dugaan bisa sampai 85 persen di akhir Agustus dan kini sudah sampai 90 persen lebih," katanya. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ILUSTRASI-UANG-Lanjut-Usaha-Tak-Perlu-Bingung-Ajukan-Pinjaman-Modal-dengan-KUR-BRI-2025.jpg)