Breaking News:

Sulit Karena Tak Punya Pasar Domestik, Singapore Airlines Group Lakukan PHK Massal 4.300 Karyawan

Setelah memperhitungkan pembekuan perekrutan, pengurangan alami, dan penerapan skema pengunduran diri sukarela, jumlah staf potensial yang terkena

Editor: Wema Satya Dinata
Kompas.com via Tribun Jakarta
Pesawat teknologi terbaru Airbus A350-900ULR (Ultra Long Range) terbaru milik Singapore Airlines untuk penerbangan terpanjang di dunia, Singapore - New York, Amerika. 

Akibatnya, potensi PHK di seluruh Grup dapat dikurangi menjadi sekitar 2.400 di Singapura dan di seluruh kantor perwakilan luar negeri SIA.

Diskusi telah dimulai dengan serikat pekerja kami yang berbasis di Singapura.

Grup perusahaan ini akan bekerja sama dengan mereka untuk menyelesaikan pengaturan bagi mereka yang terkena dampak, dan mencoba meminimalkan stres dan kecemasan pada para pegawai kami secepat mungkin.

Chief Executive Officer Singapore Airlines, Goh Choon Phong mengatakan: “Ketika pertempuran melawan Covid-19 dimulai pada awal tahun ini, tidak seorang pun dapat memprediksi dampaknya yang menghancurkan pada industri penerbangan global.

Ini Cara Mengatasi Mimisan pada Hidung dengan Cepat

Ramalan Zodiak Karier Besok Jumat 11 September 2020, Aries Berada di Pusaran Gosip Kantor

Ade Rai Buka Suara, 3 Hal Ini yang Harus Dihindari Ketika Stres karena Covid-19

 Sejak awal, prioritas kami adalah memastikan kelangsungan hidup dan menyelamatkan pekerjaan sebanyak mungkin.

Mengingat jalan menuju pemulihan akan panjang dan penuh dengan ketidakpastian, dengan sangat menyesal, kami harus menerapkan langkah-langkah pengurangan pegawai.

“Harus melepaskan orang-orang kami yang berharga dan berdedikasi adalah keputusan tersulit dan paling menyakitkan yang harus saya buat dalam 30 tahun saya bersama SIA.

Bagi mereka yang akan terkena dampaknya, hal ini bukan merupakan refleksi dari kekuatan dan kemampuan mereka, tetapi merupakan akibat dari krisis global yang belum pernah terjadi sebelumnya yang telah melanda industri penerbangan.

“Beberapa minggu ke depan akan menjadi minggu-minggu terberat dalam sejarah grup perusahaan SIA, karena beberapa teman dan rekan sekerja kami akan meninggalkan perusahaan.

 Kami akan melakukan proses ini dengan sikap yang hormat dan adil, dan melakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa mereka menerima semua dukungan yang diperlukan selama masa sulit ini. " ujarnya. (*)

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved