Breaking News:

Pendapatan Pajak Hotel dan Restoran Pada Agustus 2020 di Badung Meningkat 

Pertumbuhan ekonomi di Bali sudah sedikit mulai tumbuh, kehadiran kegiatan Kementerian/Lembaga di Bali sedikitnya sudah berdampak positif

Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Foto : Gubernur Bali usai hadiri kegiatan Naker Tanggap Covid-19 Tahun 2020 di Nusa Dua. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Pertumbuhan ekonomi di Bali sudah sedikit mulai tumbuh, menurut Gubernur Bali, I Wayan Koster, hal ini dikarenakan sejumlah Kementerian/Lembaga mengadakan kegiatan di Pulau Dewata.

Ia menambahkan, kehadiran kegiatan Kementerian/Lembaga di Bali sedikitnya sudah berdampak positif kepada pemulihan ekonomi di Bali sekarang. 

"Sebelum bulan Juli itu pajak hotel dan restoran di Kabupaten Badung itu hanya sekitar Rp. 6 miliar kalau di saat normal sekitar Rp. 200 sampai 400 miliar,” papar Wayan Koster pada sambutan saat hadiri Naker Tanggap Covid-19 2020 di Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Setelah Bali membuka pariwisata untuk wisatawan Nusantara mulai 31 Juli lalu, saat ini sudah mulai ada tanda-tanda perbaikan sedikit demi sedikit.

Eksis sebagai Anggota DPR, Harta Kekayaan Mulan Jameela Capai Rp 15,5 M

Ini Keistimewaan Promo Wow Sale di Informa, Hadirkan Diskon Hingga 70 Persen

Ini Sederet Drakor Lawas yang Masih Diperbincangkan & Sayang untuk Dilewatkan, Apa Saja Itu?

Per Agustus lalu di Kabupaten Badung saja untuk pendapatan Pajak Hotel dan Restoran tercatat sudah Rp. 11,5 miliar.

“Lumayan meningkat dari bulan-bulan sebelumnya. Ini pasti karena kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Kementerian di Kabupaten Badung khususnya di kawasan Nusa Dua ini. Cuma memang saya tidak tahu kenapa hampir semuanya mengadakan kegiatan seperti ini di wilayah Nusa Dua ini, sedangkan dampaknya hanya dirasakan di Kabupaten Badung,” ungkap Koster.

Sementara Kabupaten lain seperti Gianyar, Denpasar dan juga Klungkung belum merasakan sama sekali.

“Karena itu Bapak Menko sekali waktu mengadakan kegiatan sekali-sekali dibuat di Ubud Gianyar itu supaya hotel-hotel di Ubud hidup juga. Kami sangat berharap kedepan agar ada kegiatan seperti ini untuk membangkitan perekonomian di Bali yang sekarang sangat lesu,” tuturnya.

Dan saat ini yang dirumahkan sudah lebih dari 73 ribu pekerja dan yang di PHK sudah lebih dari 2.500 orang.

“Dan saya kira kalau ini (pandemi) terus berlangsung mungkin akan bertambah lagi yang mengalami PHK dan di rumahkan. Dan dampaknya tentu akan semakin serius buat perekonomian di Bali sendiri,” imbuh Koster.(*).

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved