Breaking News:

Liga Prancis

Neymar Terancam Hukuman Tujuh Laga karena Memukul Pemain Marseille

Pemain Brasil tersebut salah satu dari lima pemain yang mendapatkan kartu merah setelah terlibat dalam

AFP/FRANCK FIFE
Neymar merayakan gol bersama Mauro Icardi dalam laga PSG vs Saint-Etienne pada final Coupe de France yang digelar di Stadion Stade de France, Saint-Denis, Paris, Sabtu (25/7/2020) dini hari WIB. 

TRIBUN-BALI.COM - Neymar terancam mendapat larangan bermain di tujuh pertandingan setelah ia diusir keluar lapangan karena memukul pemain Marseille Alvaro Gonzalez.

Demikian menurut laporan The Sun, Selasa (15/9/2020).

Pemain Brasil tersebut salah satu dari lima pemain yang mendapatkan kartu merah setelah terlibat dalam perkelahian hebat di akhir laga saat PSG kalah 0-1 atas Marseille, Senin (14/9/2020).

Melalui akun Twitter miliknya, Neymar menuduh bek asal Spanyol Alvaro melakukan pelecehan rasial terhadapnya. Neymar mengklaim Alvaro memanggilnya 'anak monyet'.

Neymar mendapatkan kartu merah karena terbukti memukul bagian belakang kepala Alvaro, dan RMC Sport melaporkanpemain berusia 28 tahun itu bisa diskors sebanyak tujuh pertandingan.

Ajak Pacar Usia 12 Tahun Kencan, Remaja 15 Tahun Dipaksa Menikah, Baru Kenal 4 Hari

Kerap Diejek Belum Menikah, Kakek 63 Tahun Tikam Penjual Rokok di Jalan Jenderal Sudirman

Ini Beberapa Tips Menyisir Rambut Agar Tidak Rusak dan Kusut

Alvaro mengeluarkan pernyataan anti-rasisme di Twitter setelah pertandingan sambil mengatakan bahwa 'tidak ada tempat untuk rasisme' bersamaan dengan foto dengan rekan satu timnya yang berkulit hitam.

Namun, PSG secara terbuka mendukung Neymar setelah diduga menjadi sasaran rasisme.

"Paris Saint-Germain sangat mendukung Neymar Jr yang dilaporkan menjadi sasaran pelecehan rasial oleh pemain lawan," tulis PSG dalam pernyataan resmi mereka pada Senin.

"Klub menyatakan kembali bahwa tidak ada tempat untuk rasisme dalam masyarakat, dalam sepak bola atau dalam hidup kita dan meminta semua orang untuk berbicara menentang semua bentuk rasisme di seluruh dunia."

Badan sepak bola profesional Prancis (LFP) akan meninjau insiden tersebut sebelum memberikan sanksi yang sesuai dan PSG mengatakan bahwa mereka 'menantikan' untuk melihat faktanya.

Halaman
12
Editor: DionDBPutra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved