Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Bali United

Kameramen Terluka Terkena Kembang Api Suporter di Dipta, Sanksi Berat Menanti Bali United

Kameramen Terluka Terkena Kembang Api Suporter di Dipta, Sanksi Berat Menanti Bali United

Tayang:
Tidak Ada/Instagram
Kameramen Terluka Terkena Kembang Api Suporter di Dipta, Sanksi Berat Menanti Bali United 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kemenangan Bali United atas Bhayangkara Presisi Lampung FC dalam pekan ke-33 di Stadion Kapten I Wayan Dipta harus dibayar mahal oleh jatuhnya korban luka dan ancaman sanksi berat dari Komite Disiplin (Komdis) PSSI. 

Laga sempat terhenti sejenak pada menit ke-90+3 akibat pesta kembang api dan flare yang dinyalakan dari tribun utara yang dihuni oleh kelompok suporter North Side Boys 12 (NSB12).

Tembakan kembang api tersebut meluncur liar dari tribun utara hingga mencapai tribun selatan. Meski tribun selatan saat itu sedang kosong, petaka tetap terjadi di pinggir lapangan. 

Baca juga: Tutup Musim Perdana di Indonesia, Pelatih Bali United Sampaikan Terima Kasih Untuk Jurnalis di Bali

Seorang kameramen broadcaster yang sedang bertugas menjadi korban setelah terkena kembang api hingga mengalami luka robek di bagian pelipis, insiden ini juga viral di media sosial. 

Merespons insiden berdarah tersebut, NSB12 langsung melayangkan permohonan maaf resmi melalui akun Instagram mereka dan memastikan telah bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan korban.

Baca juga: Lawan Bali United, Dewa United Pasrahkan Nasib 4 Besar ke Persebaya, Jan Olde Akui Ada Kesalahan

"Perwakilan kami telah menghubungi bapak yang terkena lemparan kembang api saat bertugas di depan tribun utara. Kami meminta maaf sebesar-besarnya atas kejadian tersebut,” tulis NSB12 dalam pernyataan resminya.


Kelompok suporter fanatik ini juga mengimbau seluruh anggotanya agar kejadian ini menjadi pelajaran berharga dalam mendukung tim kebanggaan tanpa harus membahayakan nyawa orang lain.


"Fanatik boleh, tetapi akal sehat harus tetap digunakan. Ciptakan euforia tanpa menyakiti orang lain,” lanjut NSB12.


Meski proses perdamaian dan pertanggungjawaban secara kekeluargaan antara suporter dan korban telah selesai, Bali United dipastikan tidak bisa bernapas lega. 


Komdis PSSI dipastikan tetap memproses pelanggaran regulasi kompetisi BRI Super League ini secara hukum yang berlaku.


Manajemen Bali United kini tengah bersiap menghadapi sanksi yang jauh lebih berat. 


Selain potensi denda ratusan juta rupiah, Serdadu Tridatu kini dibayangi oleh sanksi pengosongan atau penutupan sebagian tribun stadion, khususnya tribun utara, yang akan langsung berlaku pada musim depan.


Ancaman penutupan tribun ini bukan tanpa alasan, berdasarkan salinan keputusan Komdis PSSI pada dua laga kandang sebelumnya, Bali United sudah berulang kali melakukan pelanggaran serupa. 


Pelanggaran yang dilakukan secara berulang otomatis akan memicu hukuman yang berlipat ganda dari otoritas sepak bola Indonesia.


Media Officer Bali United, Alexander Maha Putra Oemanas, mengonfirmasi bahwa pihak manajemen saat ini sedang bersiap menerima konsekuensi berat tersebut sembari menunggu surat resmi dari federasi.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved