Breaking News:

Corona di Indonesia

Jubir Satgas Covid-19 Sebut Masker Scuba dan Buff Disebut Kurang Ampuh Cegah Covid-19

Masker bedah dan kain, menjadi masker yang mempunyai kemampuan untuk menyaring partikel virus.

KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG
Warga menggunakan masker saat mengendarai sepeda motor di Jl. Letjen S. Parman, Jakarta Barat, Senin (4/5/2020). 

TRIBUN-BALI.COM - Penggunaan masker scuba dan buff  disebut kurang ampuh untuk mencegah virus corona (Covid-19).

Hal ini diungkapkan oleh juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito.

Dalam konferensi pers perkembangan penanganan Covid-19 secara virtual di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (15/9/2020), Wiku mengatakan, masker scuba dan buff hanya memiliki satu lapisan dan bahan yang tipis.

"Masker scuba atau buff ini adalah satu lapis saja dan terlalu tipis. Sehingga kemungkinan untuk tembus, tidak bisa menyaring, itu lebih besar," ungkapnya, dikutip dari YouTube Kompas TV, Selasa.

"Maka dari itu disarankan untuk menggunakan masker yang berkualitas untuk bisa menjaga," jelas dia.

"Masker scuba sering mudah untuk ditarik ke bawah di dagu. Sehingga fungsi masker jadi tidak ada," tambahnya.

Sehingga, Wiku menganjurkan untuk menggunakan masker yang menutup hidung hingga dagu.

"Oleh sebab itu pakailah masker dengan tepat untuk bisa melindungi."

"Menutup area batang hidung sampai dengan mulut dan dagu, dan rapat di pipi," terangnya.

Ia menambahkan, masyarakat wajib menggunakan masker saat berinteraksi dengan orang lain.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved