Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sembilan Kali Putaran Pencarian Pemancing Hilang di Perairan Air Kuning Masih Nihil

Perugas pos pencarian dan pertolongan Jembrana, masih terus berupaya menemukan seorang korban yang hilang akibat tabrakan jukung dan kapal selerek

Tayang:
Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Istimewa
Foto: Petugas Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana melakukan pencarian Kamis (17/9/2020) pagi tadi di sekitar AB perairan Air Kuning dan Perairan Perancak. 

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA- Petugas pos pencarian dan pertolongan Jembrana, masih terus berupaya menemukan seorang korban yang hilang akibat tabrakan jukung dan kapal selerek di perairan Air Kuning, Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, Bali.

Bahkan Kamis (17/9/2020) ini sudah memasuki hari ketiga pencarian dan belum ditemukan.

Petugas sudah melakukan sembilan kali sortir atau putaran pencarian menggunakan boat.

Sayang korban tenggelam hingga saat ini, nihil ditemukan.

Meninggal di Kamar Kos Pedungan, Almarhum W Sempat Mengeluh Demam Batuk & Pilek Usai dari Jakarta

Jadwal MotoGP Emilia Romagna 2020, Mampukah Yamaha Menang Lagi di Sirkuit Misano?

BREAKING NEWS - Jukung Tertabrak Perahu di Perairan Pantai Perancak, Satu Orang Dikabarkan Hilang

Kepala Pos Pencarian dan Pertolongan Jembrana, I Komang Sudiarsa mengatakan, dari keterangan korban selamat yang satu jukung dengan korban hilang.

Awalnya, korban selamat dan hilang sedang menunggu air pasang untuk kembali ke pantai.

Sehingga meletakkan jangkar beberapa ratus meter dari bibir pantai.

Saat mereka tiduran itu kemudian ditabrak oleh kapal selerek.

“Untuk kapal selerek sendiri yang menabrak jukung sudah ditemukan. Ditemukan di daerah Pengambengan. Untuk itu ranah penyelidikan dan penyidikan di Polairud, ya mas,” ucapnya Kamis (17/9/2020) melalui sambungan selulernya.

Sudiarsa menyebut, untuk tabrakan jukung sendiri, di tahun 2020 ini, tabrakan di Perairan Air Kuning itu merupakan kejadian pertama kali.

Sebelumnya memang ada, namun diperkirakan terjadi sekitar tiga tahun lalu.

Dan itu terjadi di perairan Pantai di Melaya.

Untuk di hari ketiga ini, pihaknya baru melakukan satu sortir atau putaran pencarian.

Dan akan dilanjutkan lagi pada siang hingga sore nanti.

“Saat ini untuk pencarian akan ada penguatan dari pihak Polairud yang menerjunkan speed boat-nya,” bebernya. 

Untuk diketahui, kejadian jukung yang ditabrak oleh kapal selerek ini terjadi pada Selasa (15/9/2020) lalu sekitar pukul 06.00 Wita.

Dua korban yang berada di jukung ialah I Made Ludra, 26 tahun, warga Banjar Perancak, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana.

Untuk Ludra sendiri diketahui selamat dari peristiwa ini.

Sedangkan korban hilang dan masih dalam pencarian ialah I Made Rade, 17 tahun, warga Banjar dan desa yang sama dengan korban selamat.

Kejadian tabrakan sendiri informasi yang dihimpun, terjadi di tengah perairan Air Kuning.

Kedua korban usai pulang dari memancing di Perairan Tabanan.

Sembari menunggu air pasang untuk mendarat, kedua korban istirahat lego jangkar di perairan Air Kuning sambil makan makanan bekal mancing.

Kemudian datang perahu Selerek warna orange dari arah timur langsung  menabrak jukung bagian belakang dan mengakibatkan korban Made Rade terlempar ke laut dan hilang.

Kemudian perahu melarikan diri, tidak ada usaha untuk menolong, sementara korban selamat Ludra, dengan kondisi jukung satu mesin as bengkok dan baling-baling patah berusaha untuk balik pulang ke Pantai Perancak.

Dan melaporkan kejadian ke warga lain hingga dilakukan pencarian baik korban dan pengemudi kapal selerek. (*).

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved