Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

MotoGP

Andrea Dovizioso Berpeluang Geser Posisi Iannone di Aprilia

Nasib dan masa depan pembalap Italia, Andrea Iannone, sebagai pebalap MotoGP akan ditentukan secara pasti pada Oktober mendatang.

Editor: M. Firdian Sani
Dok. MOTOGP
Andrea Dovizioso kembali gagal naik podium saat balapan MotoGP Belanda di Sirkuit Assen, Belanda, Minggu (1/7/2018). 

TRIBUN-BALI.COM - Nasib dan masa depan pembalap Italia, Andrea Iannone, sebagai pebalap MotoGP akan ditentukan secara pasti pada Oktober mendatang.

Pabrikan Italia telah bertahan di belakang Andrea Iannoneselama hukuman larangan doping.

Tetapi, dengan sidang terakhir yang dijadwalkan pada 15 Oktober, masalah tersebut akhirnya akan diselesaikan.

Andrea Iannone untuk sementra diberhentikan membalap setelah gagal dalam tes di Sepang November lalu untuk anabolic steroid drostanolone, obat peningkat kinerja yang dapat digunakan untuk meningkatkan kekuatan sekaligus mengurangi berat badan.

Tampak Makin Kurus, Marc Marquez Jelaskan Kapan Dirinya Bisa Comeback

Dia dijatuhi larangan membalap selama 18 bulan pada bulan April hingga Juni 2021.

Iannone kemudian mengajukan banding atas larangan tersebut ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) dengan alasan bahwa dia secara tidak sengaja menelan zat terlarang melalui makanan yang terkontaminasi dan berusaha agar larangannya membalap dibatalkan.

Namun, Asosiasi Anti-Doping Dunia (WADA) juga telah mengajukan banding atas hukumannya ke CAS.

WADA meminta agar hukuman itu diperpanjang maksimum empat tahun setelah menyangkal bahwa dia dapat menelan obat melalui daging yang dia makan.

Sepanjang seluruh proses ini, Aprilia tetap bertahan, bahkan ketika ia tidak dapat membalap pada 2020 dan pembalap penguji.

Bradley Smith dipromosikan ke tim.

Bos tim Aprilia, Massimo Rivola mengatakan bahwa banding terakhir ke CAS akan menjadi waktu krisis bagi Iannone dan hasilnya akan menentukan strategi pembalap Aprilia di masa depan.

"Kami akan menunggu hasilnya. Jika siap pada 2021 dia akan menjadi pembalap kami dan jika dia tidak tersedia, dia tidak akan menjadi pembalap kami pada Januari 2021," kata Rivola dilansir Tribun Bali dari BolaSport.com dikutip The Race.

"Kami tidak ingin menyia-nyiakan waktu satu tahun lagi menunggu. Kami memutuskan untuk tetap bersamanya karena dia menunjukkan kepada kami bahwa dia secara ilmiah tidak bersalah," ujar Rivola.

Valentino Rossi Pesimistis Rebut Gelar Juara Dunia MotoGP 2020

"Dia (Iannone) memiliki alasan bagus mengapa mereka dapat mengurangi larangan hukuman membalap dari 18 bulan menjadi satu tahun."

Jika Iannone tidak tersedia untuk Aprilia, Rivola sangat menyadari bahwa tim berada dalam posisi beruntung karena memiliki dua opsi potensial yang menunggu untuk menggantikan posisinya.

Sumber: BolaSport.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved