Breaking News:

Ngopi Santai

Kalau Kursi Kosong Bisa Omong

Jumlah kotak kosong meningkat pesat dibandingkan musim Pilkada sebelumnya. Makin gemuk pula pasangan calon tunggal pada Pilkada 2020.

Penulis: DionDBPutra | Editor: Eviera Paramita Sandi
Tribunnews
Ilustrasi pencoblosan 

TRIBUN-BALI.COM - URUSAN kosong dan kekosongan lagi naik daun di buana ini.

Di mana-mana. Di meja presenter, di taman bunga, gedung bioskop, rumah ibadah pun di stadion olahraga.

Kekosongan sedang mendapatkan momentum spesial agar manusia tidak gosong tergerus virus Covid-19.

Kekosongan juga melanda jagat politik bernama pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan berlangsung 9 Desember 2020.

Jumlah kotak kosong meningkat pesat dibandingkan musim Pilkada sebelumnya. Makin gemuk pula pasangan calon tunggal pada Pilkada 2020.

Biar lebih afdal saya kutip catatan Kompas, koran referensi terkemuka di republik ini.

Pada Pilkada tahun 2015 hanya ada tiga pasangan calon tunggal yaitu terjadi di Kabupaten Blitar (Jawa Timur), Kabupaten Timor Tengah Utara (Nusa Tenggara Timur) dan Kabupaten Tasikmalaya (Jawa Barat).

Seperti penyakit menular, dua tahun kemudian (2017), jumlahnya meningkat tiga kali lipat menjadi sembilan daerah.

Muncul di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga Papua.

Pilkada 2017 kotak kosong terjadi di Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kabupaten Landak, Kabupaten Tembrauw, Kota Jayapura, Kota Sorong, Kabupaten Pati, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Buton.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved